Pemerintah Segera Tangani Pembangunan Infrastruktur Pasca Genangan Air Hujan dan Banjir Bagi 11 Desa di Malaka

Malaka ( Advertorial) –  Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas teknis terkait segera melakukan penanganan pembangunan infrastruktur pasca genangan air hujan dan banjir pada 11 Desa dI Kabupaten Malaka.

BNPB dan dinas terkait sudah menghimpun data dan sudah dilaporkan ke Bupati Malaka. Didisposisinya sudah turun ke Badan Keuangan Daerah untuk menyiapkan keuangannya.

Sebelas Desa yang akan mendapatkan penanganan tersebar di empat kecamatan di Malaka.
Lima Desa di Malaka Barat masing-masing desa Rabasa, Oanmane, Sikun, Motaain, Motaulun. Dua Desa di Kecamatan Wewiku yakni desa Halibasar dan Weseben. Tiga desa di Kecamatan Weliman masing-masing Desa Wederok, Forekmodok dan Lamudur serta satu desa di Malaka Tengah yakni desa Naimana .

Kalak BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Rabu (1/7-2020).

Dikatakannya, BNPB dan dinas teknis sudah melakukan pendataan bagi desa dan Camat yang melaporkan
kejadian bencana di BNPB Malaka.

” Kita juga sudah lakukan pendataan rumah penduduk yang rusak karena digenangi air dan banjir”

” Pada beberapa desa pemerintah akan membangun Infrastruktur berupa deker, gorong-gorong dan penggalian saluran air”.

“Di desa Lamudur dan Forekmodok ada penggalian saluran air lantaran air tidak bisa mengalir sehingga menggenangi pemukiman penduduk”.

” Terkait infrastruktur, selaku Kalak BNPB sudah melakukan koordinasi dan membuat telaahan staf ke Bupati Malaka berkaitan dengan percepatan penanganan Covid 19 dan sudah didisposisikan ke Bagian keuangan dan dananya sudah disiapkan terutama untuk penanganan jembatan, deker dan jalan yang rusak dan menghambat akses ke Puskesmas dan RSUPP Betun dalam kaitan dengan rujukan pasien”.

Dalam penanganan banjir Kali Motadelek- Rabasa, genangan air hujan di desa Oan Mane dan Sikun sudah ada telaahan kepada Bupati Malaka dan sudah ada disposisi dan akan dibuatkan tanggul, gorong-gorong dan saluran air.

” Di desa Motaulun akan dibuatkan deker dan gorong-gorong disamping kantor desa termasuk di dusun Lookmi”.

” Di desa Wederok dan Forekmodok akan dibangun gorong-gorong dan deker. Sementara untuk desa Lamudur selain gorong-gorong juga kerja saluran untuk alirkan air ke Motadik atau Benenai”.

” Sementara untuk kerusakan lahan datanya sudah diurus Dinas pertanian dan Dinas sosial kemudian mereka akan mengkaji apakah dampak banjir dan genangan air hujan itu berdampak pada rawan pangan. Bila menyebabkan rawan pangan maka kita akan mengambil beras cadangan dari Dolog untuk membantu masyarakat” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *