Pemerintah Harus Tindak Lanjuti Hasil Kaji Banding Komisi 2 DPRD Malaka di Sukoharjo Tentang Pertanian Terintegrasi

Sukoharjo-Jateng, Pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas teknis terkait harus menindak lanjuti hasil kaji banding anggota dewan Komisi 2 DPRD Kabupaten Malaka di Sukoharjo -Jawa Tengah terkait Pertanian terintegrasi karena sangat cocok dengan kondisi pertanian di Malaka.

Selain itu pertanian terintegrasi sangat cocok dengan spirit Program RPM yang dicanangkan Bupati SBS sesuai perda RPJMD.

Kita dari komisi 2 pastikan akan mengusulkan hal itu dalam rapat anggaran murni tahun 2020 dalam sidang III yang sementara digelar.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Malaka, Markus Baria Berek kepada wartawan disela kegiatan kaji banding anggota dewan komisi 2 di Sukoharjo – Jateng, Jumat (8/11-2019).

Markus mengatakan sesuai hasil kaji banding di Kabupaten Sukoharjo – Jawa Tengah pihaknya mendapatkan banyak hal menarik yang bisa diadopt untuk memajukan pertanian di Kabupaten Malaka.

“Kebetulan daerah kita memiliki kesamaan dengan Sukoharjo dalam bidang pertanian sehingga bisa diadopsi ilmu yang penting untuk membangun pertanian di Malaka”

” Hal yang sangat menarik ternyata kita memiliki kesamaan dalam budidaya padi karena sama-sama kekurangan air sehingga hanya bisa melakukan panen dalam setahun satu kali atau paling banyak dua kali. Sementara itu dengan sedikit sentuhan saja melalui konsep pertanian terintegrasi kita bisa melakukan panen padi minimal 3 hingga empat kali dalam setahun dengan hasil panenan 10-11 ton/ha
belum termasuk hasil panen ikan, sayuran organik, ayam dan sapi yang dipelihara”

” Kita sudah lihat hanya dengan satu sumur bor bisa mengairi 2 hektar lahan dalam setahun penuh tanpa mengalami kekurangan air dan petani mendapatkan hasil panen berlimpah”

” Kata kuncinya selama masih ada air ditanah maka bisa diangkat ke permukaan untuk melakukan pertanian terintegrasi dan menurut saya ini investasinya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh petani setiap tahunnya”

” Khususnya bagi kita di Malaka pertanian terintegrasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi air yang kita miliki dari sumber mata air hidup seperti di sumber mata air Weliman, Sumber mata air We Maromak di Laran, Sumber mata air Tubaki di Betun, Wedik di Betun, Mata air Saluhu di Alas Selatan, Nono Au di Wewiku, termasuk beberapa sumber mata air di wilayah pegunungan Malaka. Intinya, kalau ada air maka semua bisa dilakukan”

” Selama ini juga pemerintah sudah membuat banyak embung tetapi belum dioptimalkan pemanfaatannya dan hal ini bisa digunakan untuk memulai usaha pertanian terintegrasi”

” Intinya, kita mulai dulu karena potensi air kita ada tinggal diseting untuk memulai usaha pertanian dimaksud”

” Sebetulnya kita di Malaka semuanya ada baik sumber mata air dan air tanah mudah kita dapatkan. Kita juga memiliki hamparan tanah yang luas dan subur tetapi dalam setahun kita hanya panen 1 atau dua kali saja”

” Itu karena kita masih menganut pola pertanian tradisional yang masih sangat tergantung kepada alam dan musim. Padahal kalau kita paham ilmu dan teknologinya kita bisa berbuat banyak untuk memajukan usaha pertanian di daerah ini dengan memanfaatkan potensi yang kita miliki”

” Kalau kita mau maju salah satu persyaratan yang harus kita penuhi yakni siapkan SDM petani dan penyuluh kita melalui berbagai program pelatihan dan bila perlu kita kirim untuk magang dan sepulangnya dari sana bisa terapkan ilmu yang dimiliki. Kalau ilmunya sudah kita miliki apapun bisa kita kerjakan dibidang pertanian”

” Kebetulan saat kaji banding ini kita juga didampingi mitra komisi dari dinas pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan sehingga untuk mewujudkan rencana ini sudah ada mitra yang bisa merencanakan hal itu”

” Kita harapkan dalam sidang III ini ada usulan konkrit terkait implementasi dari pertanian terintegrasi untuk mendukung Program RPM yang dicanangkan pemerintah termasuk pengalokasian anggaran untuk pelatihan dan magang bagi petani dan penyuluh kita”

” Pemerintah harus  memprogramkannya untuk dibahas dalam sidang dewan dan anggota dewan komisi 2 siap mengawal dalam proses sidang anggaran sehingga rencana diatas dapat terwujud”

” Yang jelas, hasil kaji banding komisi 2 bersama mitra komisi harus diwujudkan dan diimplementasikan untuk memajukan pertanian di Malaka”

” Kita akan kawal secara khusus sehingga hasil kaji banding ini ada wujudnya dan bisa bermanfaat untuk rakyat”

” Kita dari komisi 2 tetap berjuang agar terealisasi sehingga kaji banding yang dilakukan bermanfaat bagi rakyat dan tidak terkesan hanya jalan -jalan untuk menghabiskan uang negara”(boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *