Pemerintah Harus Perbaiki Lima Empang Saluran Irigasi di Malaka Barat – Weliman Untuk Penanaman Padi MT 2

Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka melalui Dinas Teknis terkait perlu memperbaiki 5 buah empang (tahak-red) pada lima titik saluran irigasi di wilayah Kecamatan Weliman dan Malaka Barat untuk melancarkan penyaluran air irigasi bagi petani 7 desa di Wilayah itu.

Kelima empang (tahak) yang perlu mendapatkan penanganan yakni
Tahak Bouteti, Tahak Webora, Tahak Harewe Klot, Tahak Numea, Tahak Lofoun yang menjadi Central pendistribusian air bagi sawah milik warga.

Ketujuh desa yang mendapatkan manfaat dari perbaikan empang itu masing-masing desa Kleseleon , desa Laleten dan desa Lakulo di Kecamatan Weliman serta desa Motaulun, Naas, Maktihan, Loofoun di Kecamatan Malaka Barat.

Perbaikan empang yang dilakukan itu bersifat darurat (sementara) guna melancarkan pasokan air irigasi dari saluran induk ke sawah milik petani melalui saluran sekunder dan tertier pada MT2 tahun ini.

Pasalnya, posisi sawah saat ini lebih tinggi dari saluran irigasi sehingga air dari saluran induk perlu dinaikkan agar bisa dialirkan ke sawah masyarakat.

Demikian intisari pendapat yang dihimpun media ini pada beberapa pemilik sawah yang menyebar di wilayah Weliman dan Malaka Barat, Minggu (7/6-2020).

Sekretaris Desa Naas, Kornelis Fahik kepada wartawan mengatakan perbaikan empang itu penting dilakukan agar bisa memasok air dari saluran irigasi untuk dinaikkan ke saluran sekunder dan tertier agar bisa mengalir ke persawahan warga.

” Kalau pada MT 1 pasokan air irigasi melimpah karena selain air dari saluran induk juga terbantu dengan air hujan sehingga petani tidak mengalami kesulitan air”

” Pada MT 2 para petani hanya terbantu dengan saluran irigasi utama tanpa dukungan air hujan sehingga beberapa empang yang ada perlu diperbaiki walau secara darurat agar bisa menaikkan air ke persawahan masyarakat”

” Selama beberapa tahun terakhir setelah saluran dilebarkan pada MT2 petani selalu kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya sehingga ada penurunan produksi padi karena kekurangan air irigasi”

” Contoh saja tahun lalu saat MT 1 saya bisa mendapatkan hasil panenan 100 karung gabah @50kg/karung tetapi pada MT 2 hasil panenan tidak mencapai 10 karung gabah karena memang ada kesulitan pasokan air irigasi. Hal ini berlaku untuk semua petani di daerah ini”

” Kesulitan air ini bukan karena berkurangnya debit air yang bersumber dari mata air Weliman tetapi karena air dari saluran induk posisinya lebih rendah dari saluran sekunder dan tertier untuk pengaliran ke sawah sehingga potensi air yang ada bebas mengalir ke laut melalui saluran induk”

” Selama ini solusi yang ditempuh para petani yakni secara swadaya beli terpal untuk buat empang darurat tetapi tidak bisa bertahan hingga satu musim tanam”

Petani lainnya, Albertus Seran kepada wartawan mengatakan lebar saluran irigasi induk sekitar 10-15 meter sehingga kebutuhan buat empang darurat untuk tahan air butuh dua terpal tebal per empang sehingga tidak mudah sobek.

” Petani disini butuh dua buah terpal tebal per empang dan kalau bisa ditambah kayu laut untuk penopang empang agar tidak mudah rusak /sobek /terbawa aliran air”

Petani lainnya, Fransiskus Seran meminta perhatian pemerintah mengatasi persoalan air irigasi pada MT2 tahun ini.

” Saat ini petani lagi panen padi MT 1 dan diperkirakan akhir bulan juli sudah tuntas. Penanaman padi MT 2 biasanya pada minggu 1 Bulan Agustus sehingga masih ada waktu untuk perbaikan empang”

” Kita berharap pemerintah bisa membantu mengatasi persoalan air irigasi agar penanaman padi MT2 bisa berhasil. Potensi air irigasi yang bersumber dari Wematan -Weliman ada tetapi rakyat kesulitan mengempang dan menaikkannya ke permukaan sawah karena posisi airnya dibawah areal persawahan masyarakat”

” Untuk lokasi sawah Harewe Luan dilayani tahak Numea dan Lofoun .
Sementara tahak Webora dan Bouteti melayani areal persawahan dibelakang desa Naas dan Maktihan . Sementara untuk tahak hareweklot melayani areal persawahan di Harewe Klot”
(boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *