Pemerintah Gelar Sosialisasi Penyakit Demam Babi Africa di Perbatasan RI-RDTL

Malaka – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka menggelar kegiatan sosialisasi penyakit Demam Babi Africa atau Africa Swine Fever/ASF di wilayah perbatasan RI-RDTL, Rabu (13/11-2019)

Empat desa perbatasan yang menjadi sasaran kegiatan yakni
Desa Alas Utara, Desa Kota Biru, Desa Alas dan Desa Alas Selatan yang terpusat di DesaAlas.

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Pemda Malaka dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan(DKPP) /bidang peternakan dengan Prisma.

Kegiatan sosialisasi di buka Kadis Ketahanan Pangan dan Perikananan KPP, drh.Rofinus Seran Bria.

Dalam pemaparan materinya Rofinus menegaskan agar penjagaan wilayah diperketat, tetap mempertahankan kondisi Malaka yang masih bebas dari penyakit ASF.

“Kita di Malaka baru akan merasa aman bila negara Republik Democratic Timor Leste sdh mengantongi kembali status bebas ASF” .

Kabid Peternakan Methildes Seran, S.Pt. dalam laporannya mengatakan bahwa bila nanti ada ternak babi yang mati mendadak segera melaporkan ke Desa atau petugas peternakan yang ada di kecamatan.
Pelaporan terkait penyakit ASF sangat penting agar segera di atasi.

Dari segi ekonomi Ir. Joel Tukan mengatakan ada tiga unsur penting yang akan mengalami kerugian yakni peternak, pelaku usaha dan pemerintah bila ternak babi terserang penyakit ASF. Selanjutnya beliau mengatakan dari total populasi babi 91.813 ekor jika 20 % populasi babi terserang virus ASF maka di perkirakan peternak akan mengalami kerugian sebesar Rp. 36.725. 200.000. untuk 3672 rumah tangga.

Kegiatan ini di tutup dengan penyerahan media KIE dari Prisma Ir. Joel Tukan kepada Kadis DKPP. Selanjutnya Kadis DKPP menyerahkan media yang sama kepada ke-4 Kepala Desa, Peternak, Komandan Pos Pamtas RI-RDTL dan Kepala Karantina Motamasin. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *