Pembuatan Embung Solusi Pengembangan Usaha Pertanian Terpadu dan Peternakan di Desa Tunabesi – Io Kufeu (Catatan Perjalanan Wartawan Boni Atolan di Tunabesi – Io Kufeu – Malaka)

Desa Tunabesi di Kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka merupakan daerah yang sangat potensial untuk mengembangkan usaha pertanian rakyat dan peternakan.

Ratusan hektar lahan masyarakat belum bisa dioptimalkan pemanfaatannya karena belum didukung sarana penunjang usaha pertanian rakyat seperti akses jalan usaha tani, ketersediaan air yang memadai padahal kondisi geografis di wilayah desa Tunabesi sangat mendukung untuk dikelola menjadi daerah pertanian potensial.

Dari topografi wilayah desa Tunabesi di Kecamatan Io Kufeu dikelilingi daerah perbukitan berupa palung . Di palung itu terdapat hamparan puluhan hektar lahan delta yang sangat subur. Bila disentuh sedikit saja bisa menjadi sumber penghasilan rakyat yang sangat luar biasa dibidang tanaman pangan , hortikultura serta budidaya ternak. Solusinya hanya satu, perbanyak embung di Desa Tunabesi – Kecamatan Io Kufeu.

Demikian hasil pantauan dan diskusi wartawan media ini dengan berbagai pemangku kepentingan di Desa Tunabesi – Kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT belum lama ini.

Sebut saja di daerah Neonmat dan Arhane yang jaraknya kurang lebih 5 km dari perkampungan Desa Tunabesi yang juga menjadi pusat ibu Kota Kecamatan Io Kufeu terdapat hamparan lahan ratusan hektar luasnya yang belum dioptimalkan pemanfaatannya padahal daerah itu sangat potensial dikembangkan menjadi Centra pertanian rakyat dan usaha peternakan.

Di kedua daerah diatas, dari kondisi geografisnya bisa dibangun embung besar untuk pengembangan usaha pertanian rakyat disana termasuk usaha peternakan.

Belum banyak rakyat dari desa Tunabesi berkebun disana karena selain jaraknya jauh kurang lebih 5 km dari pemukiman, juga untuk mencapai lokasi itu belum dibangun akses jalan yang memadai.

Menurut cerita beberapa tokoh masyarakat desa Tunabesi didampingi aparat desa setempat potensi air saat musim penghujan sangat besar namun tidak dihadang sehingga mengalir begitu saja ke kali tanpa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian atau peternakan.

Lain lagi di daerah Nono’ Oebkin yang terlihat seperti kali kecil . Menurut cerita warga setempat setiap tahunnya kali kecil itu menjadi tempat penampungan dan pembuangan air hujan tanpa dimanfaatkan karena airnya terbuang begitu saja.

Bila kali kecil itu dipalang saja bisa berfungsi sebagai penampung air yang sangat potensial dan bisa ditingkatkan menjadi embung besar supaya punya dampak dan nilai guna yang lebih besar untuk rakyat.

Kondisi air ditempat ini sangat bagus dan tangkapan air saat musim penghujan juga sangat baik
Bila kali kecil itu dipalang dan disulap menjadi embung besar bisa dioptimalkan untuk usaha pertanian rakyat dan pengembangan hortikultura.

Dibawah lokasi itu terdapat hamparan lahan belasan hektar yang sangat subur di lembah karena berupa delta.

Embung yang dibangun selain untuk mendukung usaha pertanian rakyat juga bisa dikembangkan perikanan darat yang berpotensi untuk pengembangan pariwisata kedepan.

Sementara itu di dusun Netbaun dusun Babrete bila dibangun embung sedang atau kecil sebagai penampung air hujan sangat membantu rakyat untuk pertanian dan suplay air.

Warga dua dusun diatas untuk mengkses air bersih harus berjalan kaki sepanjang 1-2 km karena sumber mata airnya berada dibawah pemukiman penduduk.

Sementara itu bangunan embung di Dusun Baunakan dekat Puskesmas Tunabesi yang selama ini menjadi nadi kehidupan warga setempat mengalami kerusakan berat sehingga perlu dilakukan penanganan dengan rehap berat karena tertutup material dimusim penghujan. ( boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *