Pembangunan Fisik Trans Kapitan Meo – Malaka Selesai Dikerjakan

Malaka – Pembangunan Permukiman Transmigrasi UPT Kapitan Meo di Kecamatan Laenmanen TA 2019 lewat dana tugas pembantuan kemdes daerah tertinggal dan transmigrasi sudah selesai dikerjakan 100 persen fisik dan siap diresmikan.

Pekerjaan fisik yang sudah tuntas diantaranya Pembangunan Rumah Tinggal Jabang Keluarga (RTJK) sebanyak 75 unit dimana 25 unit dibangun dengan sistim Pugar/ sisipan dan 50 unit lainnya dibangun pemukiman baru.

Hal itu disampaikan Kadis Nakertrans Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu kepada wartawan di Betun, Rabu (4/12-2019)

Dikatakannya, dari target 323 rumah, pada tahun 2019 sudah dibangun 75 unit dan pada tahun 2020 dibangun lagi 50 unit rumah dengan total dana Rp 4,5 Miliyard dan sudah ada pagunya.
Sisa daya tampungnya akan dipenuhi hingga selesai.

Dijelaskannya, lahan permukiman pembangunan rumahnya sudah disiapkan dan lahan untuk usahanya masih diukur BPN untuk usaha pertanian lahan kering .

” Dari dinas pertanian kita sudah integrasikan dan sudah diintervensi dengan pengolahan lahan di lokasi trans”

“Dibidang pembangunan infrastruktur jalan raya pemerintah sudah membangun jalan poros sepanjang 2 km dan jalan lingkungan sepanjang 1, 3 km yang dibangun dari nakertrans”

“Fasilitas lain yang sudah dibangun berupa embung dengan sistim gio membran dengan bentangan plastik untuk menampung air hujan dengan kapasitas daya tampung 5000 meter kubik yang menggunakan sistim pompa hidrolik dan dipakai serbaguna baik untuk ternak, usaha pertanian dan sebagai sarana air bersih”.

“Selain pembangungan permukiman kita juga membangun fasilitas umum berupa satu balai pertemuan, Satu unit kantor KUPT dan satu unit gudang”.

“Penyiapan masyarakatnya mendapatkan pendampingan dari dinas selama lima tahun.
Masyarakat di lokasi trans Kapitan Meo selama satu tahun mendapatkan bantuan beras dan non beras dibantu pemerintah”.

“Sebelum menempati rumah bantuan itu Balai Besar Denpasar akan memberikan pelatihan-pelatihan selama dua minggu untuk memberikan pembekalan termasuk memberikan bantuan bibit kepada masyarakat untuk ditanam”.

“Setiap keluarga yang mendapatkan intervensi program diwajibkan menanam mangga didepan rumah yang disediakan pemerintah”.

“Kita harapkan dibawah bimbingan Dinas Nakertrans Kabupaten Malaka program yang ada bisa membantu masyarakat untuk kedepannya bisa mandiri” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *