Pembangunan Deker di Oanmane – Malaka Berpeluang Ditambah

Pembangunan deker untuk menyalurkan genangan air hujan pada empat dusun di desa Oanmane – Kecamatan Malaka Barat berpeluang ditambah jika satu deker yang sudah dibuka dinas PUPR Kabupaten Malaka belum optimal untuk menyalurkan semua genangan air keluar dari perkampungan.

Dinas PUPR masih melakukan pemantaun hingga besok pagi. Bila semua genangan air di perkampungan bisa dialirkan melalui satu buah deker yang dibuat maka tidak lagi dilakukan penambahan deker.

Bila masih terjadi genangan maka dinas PUPR akan membuka tambahan satu buah deker guna melancarkan pembuangan air hujan keluar perkampungan.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka melalui Kabid Bina Marga, Lorens Haba mengatakan hal itu ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (25/5-2020) malam ini.

Kabid Lorens menjelaskan sesuai arahan Bupati Malaka bahwa semua konsentrasi air hujan dan genangan air diperkampungan Oanmane harus dialirkan keluar dengan membuka deker untuk mengalirkan air.

” Tadi kita baru buka satu buah deker yang melintasi jalan raya yang dibangun pemerintah. Kita akan lihat malam ini apakah besok genangan air di perkampungan bisa surut”

” Bila belum surut semuanya kita akan lakukan penambahan satu buah deker lagi guna melancarkan aliran air keluar dari perkampungan”

” Bila deker yang sudah dibuka bisa mengcover semua kebutuhan maka akan dilanjutkan pengerjaan pasangan agar deker yang dibangun permanen”

” Tadi kita belum mobilisasi alat berat sambil melihat perkembangan malam ini”

” Kita berharap pembukaan deker ini bisa mengatasi persoalan genangan air hujan di desa Oanmane dengan harapan bisa memberikan kenyamanan kepada rakyat dimusim penghujan seperti sekarang”

Yakobus Teti, Warga dusun Manuoan – Desa Oanmane ketika dikonfirmasi wartawan malam ini mengatakan kondisi genangan air didalam desa sudah mulai surut dan pemukiman warga sudah bebas dari genangan air.

” Kita berharap besok pagi genangan air di desa Oanmane sudah surut dan kembali normal seperti biasa agar melancarkan aktifitas masyarakat di desa” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *