Para Tokoh Harus Jadi Panglima Perang Melawan Sampah dan Promotor Tidak Merokok Pada Sarana Pelayanan Publik

Malaka- Elemen masyarakat Kabupaten Malaka yang biasa disebut tokoh baik itu tokoh  Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh pendidikan dan lainnya harus jadi panglima dalam program Perang Melawan Sampah.

Selain Program Perang Melawan Sampah diharapakan para tokoh juga harus menjadi promotor untuk mengkampanyekan tentang kebaikan tidak merokok pada sarana pelayanan publik dan kejahatan merokok supaya Kabupaten Malaka benar-benar menjadi daerah bebas rokok.

Himbauan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam acara Perayaan HUT ke 74 Kemerdekaan RI di Betun – Malaka, Sabtu (17/8-2019)

Dikatakannya, pada hari yang bahagia ini dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malaka untuk menggalakkan program Perang Melawan Sampah.

Dijelaskannya, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam program Perang Melawan Sampah yakni Pertama, tidak boleh membuang sampah disembarang tempat tetapi buanglah sampah pada tempat yang disediakan . Kedua, pungutlah sampah yang ada disekitar kita. Orang yang memungut sampah bukanlah orang yang hina tetapi orang yang tinggi derajatnya karena dia tidak suka dengan kotoran disekitarnya. Ketiga, sediakan tempat sampah di rumah, halaman dan fasilitas umum lainnya.

Bupati SBS berharap semua Pegawai Negeri baik PNS, Pegawai Negeri Polisi dan Pegawai Negeri Tentara supaya menjadi sponsor dan prajurit Perang Melawan Sampah yang nantinya akan dikomandoi para tokoh, baik itu tokoh Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, tokoh pendidikan harus jadi panglima dalam program Perang Melawan Sampah.

Dalam kesempatan yang sama Bupati SBS mengingatkan kembali tentang Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Kawasan tanpa rokok merupakan pemikiran cerdas oleh pemerintah bersama DPRD Kabupaten Malaka untuk mewujudkan Kabupaten yang bebas dari rokok. Oleh karena itu saya menghimbau kepada kita semua untuk menjadi promotor sehingga di tempat-tempat yang dihadiri banyak orang tidak boleh merokok”.

“Untuk mengawasinya dilakukan dengan cara menegur siapa saja yang merokok ditempat umum seperti fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, lokasi perkantoran dan tempat umum lainnya”.

“Saya berharap kita semua yang mengerti tentang kebaikan tidak merokok dan kejahatan merokok supaya menjadi promotor supaya di Kabupaten Malaka benar-benar menjadi daerah bebas rokok”.

“Di Malaka, Pemerintah melarang pemasangan iklan rokok karena kalau kita pasang iklan bisa mendapatkan biaya pajak reklame tetapi kerugian kita tinggi sekali”.

“Menurut WHO kalau kita mendapatkan iklan RP 1 dari pemasukan pajak rokok tetapi dalam kesempatan yang sama kita harus sediakan biaya Rp 75 untuk mengobati rakyat akibat rokok tersebut”

“Saya berterima kasih kepada pimpinan DPRD dan anggota DPRD Kabupaten Malaka periode 2014-2019 yang dengan penuh keberanian, semangat dan kecintaan kepada rakyat Kabupaten Malaka yang sudah membuat perda tentang daerah bebas rokok untuk menyelamatkan rakyat Malaka dari efek dan bahaya rokok” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *