Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Paguyuban Keluarga NTT Kalimantan ‘ Elus’ SBS Kembali Pimpin Malaka

32
×

Paguyuban Keluarga NTT Kalimantan ‘ Elus’ SBS Kembali Pimpin Malaka

Sebarkan artikel ini

Malaka – NTT– Paguyuban Keluarga NTT di Kalimantan mengelus Bupati Perdana Malaka, Stefanus Bria Seran ( SBS) untuk kembali pimpin Malaka melalui Proses Pilkada Serentak 2024.

Paguyuban Keluarga NTT di Kalimantan dengan caranya akan memberikan dukungan politik bagi figur SBS dengan cara merapatkan barisan menyampaikan kepada seluruh keluarga besar Malaka dimana saja berada agar memberikan dukungan konkrit kepada SBS bila kembali mencalonkan diri sebagai Bupati dalam Pilkada Malaka 2024 mendatang.

Salah satu alasan Paguyuban Keluarga NTT di Kalimantan memberikan dukungan politik kepada SBS karena figur ini memiliki integritas dan komitmen yang tinggi untuk membangun dengan program-program pro rakyat.

Ketua Paguyuban Keluarga NTT Kalimantan, Adam Nahak mengatakan hal itu kepada wartawan dari Kalimantan, Minggu ( 30/4-2023).

Adam mengatakan pelaksanaan Pilkada Malaka walau baru digelar tahun 2024 mendatang tetapi sejak dini perlu disampaikan kepada masyarakat luas untuk bisa melihat figur-figur terbaik untuk memimpin Malaka lima tahun kedepan. ” Kita berharap masyarakat Kabupaten Malaka bisa memilih figur yang bisa paham tentang persoalan dan kebutuhan rakyat termasuk cara mengeksekusinya agar memberikan asas manfaat bagi rakyat. Hal itu terlihat dalam figur seorang SBS”, ujarnya.

Dikatakannya, memperhatikan harapan keluarga besar di Malaka, dari pantauan yang ada, sebagian besar masyarakat masih merindukan figur seorang SBS untuk kembali memimpin Malaka karena program-program yang diusung bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Dijelaskannya, SBS sebagai birokrat senior di Provinsi NTT tentunya sangat paham apa yang harus dilakukan untuk rakyatnya. Kata dia, sebagai Bupati Perdana Malaka SBS sudah mengusung program-program yang pro rakyat seperti dibidang pertanian, kesehatan, pembangunan SDM dan lainnya, sehingga tinggal ditingkatkan dan disempurnakan ketika terpilih kembali.

Adam mengatakan sebagai warga Malaka di perantauan sangat berharap kabupaten Malaka bisa maju dan berkembang untuk mensejahterakan rakyatnya. Kata dia, hal itu hanya bisa terwujud bila Malaka dipimpin oleh figur yang berpengalaman dan memiliki hati untuk mengatasi persoalan dan memenuhi kebutuhan rakyatnya seperti yang ada dalam figur SBS.

Warga Malaka Perantauan yang kini mendulang rupiah di Kalimantan, Martinus Nurak mengatakan hal senada.

Martinus mengatakan saat SBS menjabat sebagai Bupati Perdana Malaka sudah memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga di Malaka karena saat mereka sakit sudah mendapatkan perawatan dari Pemerintah dengan hanya menunjukkan KTP-e yang beralamatkan Malaka sehingga tidak merepotkan keluarga yang lagi mendulang rupiah di luar Malaka. ” Kami bersama keluarga besar tidak panik saat sakit karena ketiadaan biaya pengobatan sebab pemerintah dibawah kepemimpinan SBS sudah menanganinya dengan baik termasuk rujuk ke Atambua dan Kupang serta pemulangan jenazah ke Malaka bila pasien yang dirawat meninggal dunia dengan pembiayaan semuanya ditanggung pemerintah”, ujarnya.

Martinus juga sangat berharap dan merindukan supaya usaha pertanian di Kabupaten Malaka harus ditata dan dikembangkan untuk mensejahterakan rakyat.

” Kabupaten Malaka merupakan daerah tersubur di Pulau Timor, sehingga ironis sekali bila rakyat Malaka kelaparan dan kekurangan pangan di daerahnya yang subur. Potensi kita di Malaka adalah Pertanian dan Peternakan. Kekayaan /aset/capital rakyat itu hanya tanah sehingga pemerintah berkewajiban membantu rakyat untuk pegolahannya dan penyiapan infrastruktur serta sarana prasarana pertanian. Bila rakyat kesulitan dengan benih maka pemerintah bisa membantu dengan bibit unggul termasuk pupuk dan obat-obatan. Hal ini sudah dilakukan seorang SBS sebagai Bupati perdana Malaka sehingga tinggal ditingkatkan dan disempurnakan bila kembali dipercaya rakyat untuk pimpin Malaka”, ujarnya.

Martinus mengatakan sebagai warga Malaka yang merantau sangat berharap usaha pertanian masyarakat diperhatikan siapapun pemimpinnya. ” Kami terpaksa harus merantau ke Kalimantan karena di Malaka semuanya serba sulit saat ini. Pertanian yang diharap bisa menopang ekonomi keluarga masih jauh dari harapan karena ketidak berdayaan rakyat untuk mengolah lahannya. Kita harapkan kedepannya Pemerintah bisa perhatikan masalah pertanian karena bisa membuka lapangan kerja bagi rakyat agar tidak perlu jauh-jauh merantau mencari sesuap nasi diluar Malaka”, harapnya (boni/tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *