Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Monitoring Harga Pasar Menuju Idul Adha 2024: Alasan Kenaikan Harga dan Upaya Pengendalian Inflasi di Tanjungpinang

39
×

Monitoring Harga Pasar Menuju Idul Adha 2024: Alasan Kenaikan Harga dan Upaya Pengendalian Inflasi di Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Penjabat (Pj.) Wali Kota Tanjungpinang, Andri Rizal Siregar, bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Bagian Ekonomi Kota Tanjungpinang melakukan monitoring pasar tradisional, pasar modern, dan distributor menjelang perayaan Idul Adha pada tahun 2024.

Andri menyatakan bahwa pada hasil peninjauan di pasar tradisional beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai seharga Rp72-74 ribu, kacang panjang seharga Rp26 ribu, daging ayam seharga Rp42 ribu, dan daging beku seharga Rp120 ribu. Hal ini disebabkan karena Tanjungpinang bukanlah daerah penghasil.

“Seperti kacang panjang harus didatangkan dari Bintan, sementara petani di Bintan harus mencukupi untuk masyarakat di sana terlebih dahulu, dan kacang panjang yang sampai ke Tanjungpinang harganya jadi berbeda,” kata Andri ketika melakukan kunjungan di Pasar Bintan Center, Kota Tanjungpinang, pada Kamis, 13 Juni 2024.

Selain itu, harga daging beku yang didatangkan dari luar negeri, yaitu Australia, juga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. Begitu pun dengan harga cabai yang berbeda-beda tergantung pada moda transportasi yang digunakan untuk sampai ke Tanjungpinang.

“Kalau cabai dengan harga Rp74 ribu itu didatangkan menggunakan pesawat, jadi harganya mahal karena transportasinya juga mahal,” ungkap Andri.

Andri mengatakan bahwa upaya yang dapat dilakukan selain menggelar pasar murah untuk pengendalian inflasi adalah mendorong masyarakat untuk aktif menanam cabai atau sayur di pekarangan rumah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang juga turut membantu memberikan bibit tanaman kepada masyarakat.

“Kita sudah membagikan bibit cabai beberapa kali kepada masyarakat agar tidak terlalu tergantung pada pasar,” terangnya.

Saat ini, tingkat inflasi Tanjungpinang masih tergolong rendah, yaitu 3,07 namun demikian, Pemkot Tanjungpinang akan terus berusaha untuk menurunkannya.

Editor: Budi Adriansyah