Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Misunderstood Lina: Kisah Kurang Mampu yang Selalu Dibantu oleh Pemerintah

68
×

Misunderstood Lina: Kisah Kurang Mampu yang Selalu Dibantu oleh Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, dimana sosok yang sempat viral karena kondisinya memprihatinkan ternyata sudah lama masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Lina, nama wanita tersebut, bukanlah warga biasa melainkan salah satu dari mereka yang selalu dibantu oleh pemerintah.

Menurut Ketua RT 05 Tanjung Unggat, Safiri, Lina seringkali mendapat dana bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang.

“Beberapa waktu yang lalu Bu Lina juga mendapat dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot Tanjungpinang melalui anggaran Dana Insentif Daerah (DID),” ujarnya, pada Senin, 27 Mei 2024.

Berbicara soal akses air bersih, Safiri menegaskan bahwa pihaknya telah membantu dengan memberikan bantuan Sumur Bor yang telah tersedia.

Meski rumah Lina terletak di wilayah RT 03, namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi Perangkat RT untuk memberikan asistensi.

Namun sayangnya, pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Lina ‘terlantar’ dan tidak pernah mendapat bantuan sama sekali seakan kurang tepat.

Realitanya, Lina sudah terdaftar di DTKS Dinas Sosial Pemkot Tanjungpinang dan secara rutin menerima sembako serta bantuan lainnya.

Tak ingin para warganya resah akibat berita tak berdasar, Safiri pun mencoba untuk menenangkan situasi dengan menemui langsung Lina.

Dia ingin menunjukkan bahwa Perangkat RT tidak menelantarkan warganya dan selalu siap membantu saat diperlukan.

Melalui kisah Lina, kita seakan diajak untuk menilai ulang stigma masyarakat terhadap golongan kurang mampu.

Jangan hanya melihat dari satu sisi saja, sebab kesejahteraan sosial yang diberikan oleh pemerintah ternyata cukup signifikan bagi mereka yang membutuhkan.

Setidaknya, kabar baik ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk tidak cepat menyebar berita tanpa fakta yang jelas.

Editor: Budi Adriansyah