Mentri Kesehatan Gembira Kabupaten Malaka Masih Membutuhkan Puskesmas – Mentri Titip Dua Hal Penting Kepada Gubernur dan Bupati… Simak Disini!!!!!

Malaka – Mentri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka karena sangat membutuhkan dan memperhatikan keberadaan Puskesmas diwilayahnya.

Kalau Bapak Bupati mengatakan sangat membutuhkan Puskesmas maka saya sangat gembira. Memang Pusat Kesehatan Masyarakat atau pelayanan primer sangat diperlukan kita semua sebagai penjaga gawang. Jadi sebenarnya puskesmas itu harus menjaga wilayahnya. Bukan untuk mengobati tetapi bagaimana masyarakat kita sadar dan mengetahui tentang kesehatan.

Mentri Kesehatan mengatakan hal itu saat mencanangkan Belkaga secara nasional yang dipusatkan di Kabupaten Malaka, Jumat (4/10-2019).

” Jadi sebenarnya ongkos untuk Puskesmas itu tidak mahal. Asal bisa memberikan motivasi agar Petugas di Puskesmas bisa memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa kesehatan itu penting.
Tanpa kesehatan saya yakin anak-anak di Malaka tidak segembira dan semangat seperti ini. Pasti daya tangkapnya lebih rendah, sekolahnya rendah dan ekonominya tidak akan naik”.

“Puskesmas saya lihat penting sekali sehingga 10 puskesmas kita berikan di daerah perbatasan seperti di Malaka. Memang kita berikan yang terbaik dan saya titip untuk dijaga dan dirawat. Karena kalau wilayah ini menjadi wilayah yang sehat maka harus diperhatikan”.

“Pada kesempatan ini saya ingin menitipkan dua hal penting yang harus mendapatkan perhatian bersama.
Pertama, Saya juga ingin menitipkan para ibu hamil bahwa 1000 hari kehidupan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan gisinya sehingga para ibu hamil bisa melahirkan anak yang sehat”.

“Ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi. Oleh karena itu puskesmas sangat diperlukan untuk melakukan pendekatan keluarga”.

” Kedua, Kesehatan sangat tergantung ketahanan pangan. Karena itu revolusi pangan harus dilakukan di NTT. Angka stunting di NTT cukup tinggi sehingga kita berharap angka stunting diturunkan di NTT”.

“Pakan lokal Akar Bilan itu mengandung karbohidrat. Kalau dicampur dengan kacang ijo, daun kelor dan ikan maka gizinya sangat memadai dan bisa difungsikan untuk menurunkan stunting.

Gubernur VBLpernah menjanjikan bahwa daun kelor akan digunakan sebagai bentuk gizi masyarakat di NTT dan saya kira sangat tepat karena sangat baik untuk peningkatan gisi kita”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *