Mentri Kesehatan Beri Pujian Anak Malaka Sangat Sehat dan Energik

Malaka – Mentri Kesehatan RI, Nila Djuwita F. Moeloek memberikan pujian kepada anak-anak Malaka sebagai anak yang sehat dan energik karena bisa tampil optimal dalam acara pembukaan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah Nasional yang digelar di lapangan umum Betun – Kabupaten Malaka, Jumat (4/10-2019)

Mentri mengatakan dirinya sangat senang melihat penampilan anak-anak Malaka dengan penuh vitalitas dan energik sehingga harus diupayakan agar tetap sehat dari waktu ke waktu.

” Anak-anak Malaka sangat sehat dan harus diupayakan untuk tetap sehat”.

Mentri mengingatkan salah satu persoalan yang dihadapi saat ini, dari 10 anak masih terdapat empat anak yang stunting sehingga harus diatasi dan diperhatikan.

” Salah satu cara untuk mengatasi stunting yakni dengan daun kelor dimana daun kelor mengandung gizi yang luar biasa dan mudah diberikan kepada anak-anak”

“Tadi saya menemukan makan lokal yang disebut akar bilan ditambah kacang hijau. Ikan dan daun kelor sangat cukup untuk mengatasi stunting. Karena ada protein dan karbo hidrat nanti ditambah sayur dan buah.
Saya minta tolong ini digerakkan bukan hanya bupati tetapi juga masyarakatnya”.

“Pada kesempatan ini saya minta, agar media harus berperan dan membantu memotivasi masyarakat agar mau merubah gaya hidupnya.
Misalnya ibu hamil harus beri Asi exklusif selama enam bulan. Kita ingatkan kaum ibu agar memberikan makanan tambahan buat anak sampai dua tahun. Begitu dua tahun anak-anak kita akan tumbuh bagus dan berkualitas dan berpendidikan luar biasa . Saya yakin di NTT akan maju”.

Dalam acara jumpa pers bersama para wartawan dan Menkes, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan dalam hal revolusi pangan Kabupaten Malaka canangkan Program RPM adalah upaya yang sungguh-sungguh, dengan cara-cara luar biasa, dalam waktu sesingkat-singkatnya, rakyat berkelimpahan makanan. Ini tanah paling subur di Pulau Timor ada di Malaka. Jadi rakyat tidak boleh lapar. Caranya sederhana, tanah rakyat dipacul secara cuma-cuma oleh pemerintah maka rakyat tinggal menanam. Rakyat tidak punya bibit kita beri bibit dan kalau tanah perlu pupuk kita beri pupuk. Kalau ada masalah yang berhubungan dengan tanaman tersebut PPL melakukan pendampingan dibantu tim pakar”.

Dalam mengimplementasikan program RPM itu Bupati yang juga Pencetus program RPM Kabupaten Malaka itu mengatakan masyarakat kabupaten Malaka sebagai implementor. Sementara itu pemerintah sebagai regulator dan fasilitator serta stimulan sehingga pelaku utamanya oleh rakyat” . (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *