Mentri Desa Optimis Malaka Bisa Maju Karena Dibangun Diatas Peradaban Orang Malaka

Malaka – (Adv) – Kabupaten Malaka di Provinsi NTT akan tumbuh dan berkembang menjadi Kabupaten yang kokoh karena dibangun diatas peradaban orang Malaka.

” Saya juga terkejut dengan tampilan yang luar biasa karena saya yakin NTT dan Khususnya Kabupaten Malaka akan tumbuh dan berkembang menjadi daerah yang kokoh sampai kapanpun karena dibangun diatas peradaban dan budaya lokal masyarakat Malaka”, ungkap Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Drs Abdul Halim Iskandar, M. Pd saat melakukan kunjungan kerja di Rabasahaerain-Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Minggu (15/12-2019).

“Ini sebuah konsep pembangunan yang harus dilakukan. Indonesia masih bertahan sampai saat ini karena dibangun berbasis budaya dan peradaban masyarakatnya”.

“Ini bentuk pelestarian adat dan budaya serta peradaban yang luar biasa yang dipertontonkan generasi muda Malaka”.

” Dalam rapat bersama para Dirjen saya ditanya akhir tahun mau kemana. Oleh para dirjen saya ditawarkan ditawarkan berbagai tempat dan saya minta berkunjung ke kawasan perbatasan”

“Saya memilih kawasan perbatasan negara karena disana masyarakat kita yang paling ujung dan menjadi tempat penguatan yang menjadi skala prioritas untuk pertahanan bangsa Indonesia dimasa mendatang”.

“Saya senang berkunjung ke daerah perbatasan karena waktu menjadi ketua DPRD Kabupaten dua periode dan Ketua DPRD Propinsi dua periode setiap kali ke desa selalu mendapat keluhan warga diperbatasan. Saya sering dapat keluhan dari warga tentang persoalan perbatasan antar kabupaten seperti jalan dan listrik serta masalah lain yang timpang jika dibandingkan dengan daerah tetangga”.

“Dengan dasar itu saya minta berkunjung di perbatatasan karena saya tidak mau warga perbatasan mau pindah ke daerah tetangga hanya karena alasan ketimpangan pembangunan”.

“Alasan kedua ketika berkunjung ke Perbatasan karena ingin belanja masalah di Perbatasan sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil kedepan harus menjawab persoalan-persoalan masyarakat di perbatasan” . (Adv/boni atolan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *