Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Mengupas Kenaikan Harga Ayam, Beras, dan Kacang Panjang di Kota Tanjungpinang: Solusi dan Rencana Aksi!

47
×

Mengupas Kenaikan Harga Ayam, Beras, dan Kacang Panjang di Kota Tanjungpinang: Solusi dan Rencana Aksi!

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang mengundang distributor pangan di Kota Tanjungpinang untuk membicarakan ketersediaan dan kenaikan harga beberapa bahan pangan.

Pada kesempatan tersebut, distributor beras, ayam, dan minyak goreng telah diundang. Namun sayangnya, tidak banyak distributor yang hadir karena beberapa distributor sedang menghadiri rapat bersama Disdagin Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Bidang Stabilisasi Harga dari Disdagin Kota Tanjungpinang, Riyanto, menjelaskan bahwa telah terjadi kenaikan harga ayam, beras, dan kacang panjang.

Harga ayam naik disebabkan oleh kenaikan harga di kandang peternak, tempat pedagang membeli ayam. Selain itu, ukuran ayam saat ini juga relatif lebih kecil dari biasanya.

“Sebagai solusi untuk mengendalikan harga, kami telah berkoordinasi dengan peternak di Bintan. Yang jelas, saat ini stoknya aman,” ujar Riyanto, usai rapat koordinasi pada Senin, 27 Mei 2024.

Selanjutnya, harga beras SPHP juga mengalami kenaikan akibat dari kebijakan Badan Pangan Nasional mengenai penyesuaian harga sebagai akibat dari kenaikan harga gabah dari petani.

Namun, harga di pasaran saat ini tidak mencapai harga eceran tertinggi, hanya di kisaran Rp62 ribu untuk kemasan 5 Kg, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya Rp65 ribu.

Terakhir, penyebab kenaikan harga sayur kacang panjang adalah panen petani yang tidak maksimal serta adanya hama penyakit pada tanaman kacang sehingga hasilnya berkurang. Harganya saat ini mencapai Rp28 ribu, sementara harga normalnya Rp13 ribu.

Riyanto mengatakan bahwa solusinya adalah sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang untuk melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk pengendalian harga dan menjaga stabilitas harga.

Selain itu, DP3 juga berencana untuk memperluas lahan untuk menanam sayur kacang panjang sebagai upaya pengendalian harga.

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Diskominfo Kota Tanjungpinang