Mengintip Petani di Wewiku – Malaka : Petani Weseben Malaka ini Kuliahkan Anak Dengan Hasil Pertanian Sentuhan Program RPM

Darius Seran , Warga dusun Raimuk- Desa Weseben – Kecamatan Wewiku – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT merupakan contoh salah seorang petani Malaka yang sangat bersyukur karena dengan intervensi Program RPM dirinya bisa sekolahkan anak hingga perguruan tinggi.

Sejak tahun 2016 SBS memimpin Malaka dirinya mendapatkan sentuhan Program RPM melalui program pacul tanah gratis yang dicananangkan pemerintah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Malaka.
Alhasil kebun yang sebelumnya luasannya tidak sampai 50 are setelah diintervensi pemerintah melalui program pacul tanah gratis
bisa berkembang menjadi 150 are.

Dengan luasan kebun itu dirinya setiap musim panen bisa panen jagung sebanyak 3 ton dan bisa panen ubi kayu yang menghasilkan uang puluhan juta rupiah.

Dengan hasil panen kebunnya itu Darius bisa menyekolahkan anaknya di salah satu Perguruan Tinggi di Kupang dan saat ini memasuki semester akhir.

Ungkapan itu keluar dari bibir Darius Seran saat ditemui wartawan media ini di kebun miliknya di Weseben – Kecamatan Wewiku – Kabupaten Malaka, Rabu (15/7-2020).

Darius menuturkan sejak Program RPM diluncurkan Pemda Malaka dirinya berupaya untuk bisa mengakses program itu melalui desa setempat.

” Saya mendatangi Kepala desa untuk mendaftarkan diri agar bisa mengakes program pacul tanah gratis yang digelar pemerintah dan ternyata harapan saya terwujud”

” Tahun 2016 lahan milik saya yang saat itu menjadi lahan tidur karena tidak diolah akhirnya bisa dipacul pemerintah dengan total luasan 1,5 ha ”

” Sebagai petani saya menanam jagung dan ubi kayu yang biasa disebut didaerah kami ubi
“salah sangka” yang selama ini sangat digandrungi para pemborong dari Atambua dan Kupang”

” Didalam lahan yang dipacul itu saya tanam jagung dan ubi kayu salah sangka . Saya senang sekali karena hasil panenan jagung saya bisa mencapai 3 ton setiap musim tanam belum termasuk tanaman ubi kayu milik saya yang banyak digandrungi pembeli dari luar Malaka”

” Sejak panenan perdana itu saya menjual jagung hasil panenan dengan harga per kg Rp 3000 sehingga total penjualan per musim tanam bisa mencai Rp 9 Juta”

” Khususnya untuk ubi kayu setiap panenan saya jual dan hasilnya bisa mencapai Rp 20 Juta lebih hasil bersih setelah pengeluaran biaya panenan”

” Saya senang sekali karena ubi kayu dengan jenis salah sangka begitu nama yang dikenal di Wewiku sangat digandrungi pembeli dari luar Makaka khususnya dari Atambua dan Kupang yang menurut informasi sebagai bahan baku pembuatan kripik”

” Sebagai petani saya senang sekali karena melalui program RPM tanah saya diolah gratis tanpa biaya sepeserpun”

‘ Sejak saat itu hingga saat ini selalu melakukan penanaman dan perawatan sehingga setiap musim tanam melakukan penanaman.”

” Terima kasih Bapak SBS yang sudah memberikan perhatian kepada petani di Malaka khususnya bagi keluarga saya ” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *