Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Mendulang Rupiah di Perkebunan Sawit : Pekerja Sawit PT KMA Asal NTT   di Kalteng Berpenghasilan Rp 3  – Rp 9 Juta Per Bulan ( Catatan Perjalanan Boni Atolan, Wartawan Radarmalaka.com di Kalteng Bagian ke 6)

306
×

Mendulang Rupiah di Perkebunan Sawit : Pekerja Sawit PT KMA Asal NTT   di Kalteng Berpenghasilan Rp 3  – Rp 9 Juta Per Bulan ( Catatan Perjalanan Boni Atolan, Wartawan Radarmalaka.com di Kalteng Bagian ke 6)

Sebarkan artikel ini

Sampit – Kalteng,  Bekerja di Perkebunan Sawit di Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya digandrungi warga asal NTT tetapi digandrungi  juga warga dari provinsi lain seperti di Pulau Jawa, NTB,  Sulawesi  dan provinsi lainnya termasuk Warga asli Pulau Kalimantan.

Salah satu alasan yang mendorong para pekerja untuk bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit di Kalteng yakni selain upah kerja diatas UMR Provinsi Kalteng, juga karena  Perusahaan menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi pekerja  seperti perumahan layak huni bagi keluarga dengan fasilitas penunjang lainnya seperti air bersih, listrik, fasilitas penitipan anak di lokasi perumahan saat suami istri  bekerja, mobil antar jemput anak sekolah, fasilitas  keamanan di pemukiman pekerja,  fasilitas kesehatan yang dibayar melalui Jamsostek Kesehatan,  dan jamsostek tenaga kerja serta perhitungan premi yang sangat kompetitif sehingga memacu para pekerja untuk mencapai target HK/ hari selanjutnya bisa mengejar premi melalui bidang tugasnya termasuk mendapatkan THR dan Bonus Tahunan.

Dalam diskusi lepas saya bersama beberapa pekerja di PT.KMA rata-rata mengaku senang bekerja di Perusahaan Kelapa sawit karena  penghasilan yang diperoleh setiap bulan diatas UMR Provinsi Kalteng yakni minimal Rp 3 Juta Rupiah  hingga Rp 9 Juta/Per bulan disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Namun untuk mendapatkan penghasilan seperti diatas  membutuhkan disiplin setiap pekerja  dibidangnya masing-masing sesuai SOP yang ditetapkan perusahaan. Bagi setiap pekerja pasti sudah mengetahui kewajiban yang harus dikerjakan dalam 1 hari agar bisa mencapai target Hari Kerja ( HK) serta premi yang bisa dikumpulkan dalam satu hari untuk menambah penghasilannya dalam hari itu.

Dalam pemantauan saya di PT Karya Makmur Abadi ( KMA ) di Kotim – Kalteng para pekerja  setiap hari sebelum memulai pekerjaannya , mulai pukul 6.00 pagi sudah berkumpul untuk melakukan apel pagi yang dipimpin masing-masing mandor ( Pengawas) untuk bidang panen, perawatan dan pengangkutan hasil panen.

Masing-masing mandor memberikan arahan teknis  terkait pekerjaan hari itu sehingga masing-masing orang bertanggung jawab dalam bidang tugasnya sehingga secara tim pekerjaan hari itu bisa tuntas sesuai target HK yang ditetapkan perusahaan.

Dalam hal melakukan pengawasan, seorang mandor panen misalnya harus mencatat semua aktifitas per orang  dan mendokumentasi  kegiatan panen hari itu selanjutnya direkap untuk dilaporkan ke perusahaan tentang capaian setiap orang dan capaian timnya hari itu untuk diinput admin perusahaan.

Peranan seorang mandor disini sangat besar dalam memotivasi para pekerja untuk mencapai target HK /hari . Keberhasilan tim akan berpengaruh pada perhitungan premi yang akan didapatkan mandor. Menurut pengakuan para mandor dari hasil kerjanya setiap bulan bisa menghasilkan uang untuk dirinya  kurang lebih Rp 4,5  Juta hingga Rp 6 Juta bahkan lebih  ( tergantung capaian volume kerja tim) per hari dan per bulan. Keberhasilan seorang mandor dapat dideteksi melalui kemampuan  mengorganisir tim dalam bekerja untuk mencapai target individu dan target kelompok.

Lalu Bagaimana Penghasilan Pekerja Kelapa Sawit???

Dalam wawancara dan cerita lepas saya dengan Para Pekerja divisi 2 dan Divisi 1 PT KMA di Kota Waringin Timur ( Kotim) -Kalteng untuk tenaga kerja yang tugasnya sebagai pembersih sampah di lokasi pemukiman pekerja dengan jam kerja mulai pukul 7.00 hingga 9.00 Pagi saja  ( 2 jam kerja) sudah digaji dengan Rp 3 Juta lebih per bulan sesuai HK dan UMR Prov Kalteng. Hal yang sama didapatkan pekerja Harian yang bekerja menjaga balita saat kedua orang tua mereka bekerja di perkebunan sawit.
Para pekerja diatas juga mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan, jamsostek tenaga kerja dan THR  dan lainnya.

Penggembala sapi asal Malaka  yang bertugas menjaga kerbau (bukan menggembalakan kerbau seperti kita di NTT  kebanyakan) tetapi setiap pagi mereka  mengantarkan kerbau kepada para pekerja sawit untuk mengeluarkan  hasil panenan sawit dari lokasi pohon sawit ke tempat penampungan sementara di jalan besar supaya diangkut truk pengangkut sawit untuk diolah pabrik.

Setiap sore hari,  saat kegiatan panen selesai,  para penggembala  datang untuk mengurusi kerbau-kerbau itu, bila kegiatan panen dilanjutkan keesokan harinya maka para penggembala pindahkan kerbau dan ikat pada rerumputan dekat lokasi panenan besok sehingga tidak perlu dibawa pulang ke kandang. Bila lokasi panennya pindah maka para penggembala pindahkan kerbau dekat dengan lokasi panen  selanjutnya. Kegiatan para penggembala setelah  penyerahan kerbau kepada para  pekerja yang mengeluarkan kelapa sawit ke lokasi penampungan sementara  maka mereka bisa pulang ke mess karyawan untuk istrahat atau lakukan kegiatan  pribadi lain  sambi menunggu kegiatan pemindahan lokasi sapi disore hari.

Dari kegiatan mereka diatas para penggembala mendapatkan hasil  kerja /gaji otomatis Rp 5 Juta perbulan  ( HK ) serta mendapatkan fasilitas lain sebagai karyawan di PT KMA seperti pekerja lainnya.

Khususnya bagi para pengembala bila ada kerbau betina yang melahirkan anak kerbau maka pihak perusahaan akan  membeli kembali anakan kerbau tersebut dengan harga per ekor Rp 15 Juta sebagai bonus bagi pekerja sehingga memacu motivasi para pekerja untuk merawat dan memelihara kerbau piaraan.

Didalam kegiatan panen ada beberapa  pekerja yang memiliki tugas berbeda  misalnya pemanen yang panen buah dari pohon, mereka harus membersihkan pelepah kelapa yang membutuhkan pembersihan,  selanjutnya baru  panen buah kelapa. Pelepah yang dibersihkan dari atas kelapa itu harus disimpan secara teratur pada tempat penyimpanan diantara pepohonan kelapa sehingga tersusun rapi agar  tidak mengotori lokasi kebun. Buah yang dipanen harus disimpan teratur agar memudahkan operator traktor kecil / operator Yonder mengeluarkan buah panenan dari pohon ke tempat penampungan sementara didekat lokasi panenan agar memudahkan truk mengangkut hasil buah panenan ke lokasi pabrik pengolahan sawit.

Dalam diakusi lepas dengan beberapa pemanen kelapa sawit didekat areal pemukiman menjelaskan seorang pemanen kelapa sawit harus memiliki strategi dan target kerja harian agar bisa mencapai HK sesuai target perusahaan. Menurut salah seorang  pekerja panen mengatakan  kerja  panen itu harus ada target  harian. Misalnya,  panen 1 hari dapat 200 buah Kelapa  .  Dari jumlah panen itu  bisa dapat  1 hk dari hasil panen   93 buah kelapa sehingga otomatis 1hk terpenuhi . Bila dipertahankan konsistensinya maka otomatis bisa hasilkan Rp  3 juta lebih per bulannya . Selanjutnya kata pekerja itu,  kelebihan panen diatas  dihitung sebagai premi dan akan diperhitungkan sesuai jenis-jenis premi yang ditetapkan perusahaan.

Hasil kerja karyawan pemanen  tergantung dari jumlah buah kelapa  yang dipanen. Semua hasil pekerjaan dalam satu hari dicatat mandor dan  dalam satu bulan baru ditotal preminya.  Rata-rata penghasilan karyawan pemanen bila kerja full   per bulan  bisa menghasilkan  Rp 5-6 juta/orang.

Untuk mengeluarkan buah panenan ada 2 jenis operator yang mengeluarkan hasil panenan kelapa dari lokasi panen.

Operator Jonder ( pengangkut buah)  khusus sopir  yang mengangkut buah panenen dari medan yang berat untuk dikeluarkan ke tempat penyimpanan sementara.

Standar perhitungan sama dengan  HK  yang ditetapkan perusahaan.  Premi bagi operator Jonder  tergantung tonase yang dimuat. Semakin banyak kelapa yang dimuat semakin banyak hasil yang didapatkan. Penghasilan seorang operator Jonder rata-rata per bulan Rp 4- Rp 5 Juta.

Operator quick Truck  mengeluarkan buah kelapa panenan  dari pohon  kelapa ke jalan tempat penampungan sementara didekat lokasi panenan.

.

( Photo : Operator quick traktor,  Tinus Nurak , Warga Asal Naibone -Malaka , Anak Mantu di Desa Rabasahain – Malaka Barat)

Penghasilan operator quick per bulannya rata-rata  Rp 6 – 9 juta . Seorang operator quick bisa mendapatkan penghasilan yang besar  karena ditentukan jumlah anggota pemanen dalam kelompok  sehingga meningkatkan perhitungan premi setiap hari dan setiap bulan bila diakumulasikan perhitungannya.

Salah satu item pekerjaan di Kelapa Sawit  adalah karyawan
Perawatan. Kegiatan dalam perawatan yang dilakukan yakni pemberian pupuk pada tanaman, penyemprotan dan pembersihan lahan.  Kegiatan semprot  dan pupuk  biasanya dimulai pada jam 7.00  pagi –  hingga jam 11  siang sudah berhenti . Perhitungan HK dan premi  tergantung  jumlah pupuk  yang didrop perusahaan.  Bila kerja  Full  dalam sebulan minus tanggal merah maka penghasilan bersih yang didapat seorang pekerja  dibidang perawatan sebesar Rp 4- Rp 4,5 juta/pekerja.

Dengan demikian penghasilan keluarga ( suami dan istri) yang kerja di PT KMA – Kota Waringin Timur -Kalteng bisa menghasilkan kurang lebih Rp 8 hingga Rp 13 Juta /bulan/per keluarga. ( *)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *