Masyarakat Desa Rabasa -Malaka Nyatakan Perang Melawan Nyamuk DBD

Masyarakat Desa Rabasa di Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT menyatakan perang melawan nyamuk DBD.

Selain membersihkan Sampah , Kepala Desa dan aparat desa bersama masyarakat melakukan pembersihan dan normalisas saluran got yang tersumbat , melakukan penimbunan genangan air di pemukiman warga termasuk menguras air di MCK warga yang disinyalir menjadi sarang nyamuk DBD.

Kegiatan diatas selain melalui kegiatan Jumat bersih setiap minggu , juga dilakukan setiap hari sesuai kebutuhan.
Ditargetkan kegiatan itu tuntas paling lama akhir bulan Maret ini.

Pj Kepala Desa Rabasa, Agus Nahak mengatakan hal itu kepada wartawan disela kegiatan pembersihan saluran air di dusun Laen Kfau – desa Rabasa, Senin (23/3-2020)

Dikatakannya, motivasi pelaksanaan kegiatan itu untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk DBD di wilayah desa Rabasa.

” Bupati Malaka sudah canangkan Program Perang Melawan sampah dan hal itu sudah kita implementasikan bersama masyarakat melalui program Jumat bersih dan juga kegiatan pembersihan secara individu diwilayah lingkungan rumah masing-masing”

“Untuk saat ini kita fokus untuk pemberantasan sarang nyamuk DBD agar tidak berkembang biak di wilayah desa”

” Kita nyatakan Perang melawan nyamuk DBD dengan cara membersihkan saluran yang tersumbat , normalisasi saluran agar melancarkan aliran air, melakukan penimbunan pada titik yang tergenang air dan menguras MCK warga disetiap dusun yang berpeluang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD”

” Penanganan untuk mengeliminir berkembang biaknya nyamuk DBD di desa Rabasa terbagi menjadi dua tim”.

“Tim pertama dikoordinir PJ Kepala Desa Rabasa bersama aparat desa dan masyarakat beroperasi di dua dusun yakni dusun Laen Kfau yang hari ini melakukan pembersihan saluran got yang tertimbun dan penimbunan genangan air di wilayah dusun”

” Tim kedua dikoordinir Sekdes Rabasa, Hendrikus Nahak yang melibatkan masyarakat dua dusun yang beroperasi di dusun Tubas Laran dan Halimaneek untuk melakukan kegiatan yang sama berupa pembersiham saluran air”

” Pekerjaan di wilayah empat dusun itu sudah mencapai 50 Persen dan ditargetkan dalam bulan ini tuntas”.

Sekertaris Desa Rabasa, Hendrikus Nahak kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah berkomitmen untuk perang melawan nyamuk DBD.

“Kita juga sangat senang dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini”

” Untuk saat ini sambil melakukan kegiatan kita juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya budaya bersih dengan cara membersihkan lingkungan sekitar serta bahaya nyamuk DBD serta cara mengatasinya termasuk memberikan sosialisasi tentang bahayanya Covid 19 dan cara mengatasinya”

Kepala Dusun Laenkfau, Ibu Blandina mengatakan pihaknya tetap menggerakkan masyarakat di wilayah dusunnya untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembersihan dan penataan di wilayah dusunnya.

” Budaya bersih perlu ditanamkan disetiap keluarga agar menyadari akan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai upaya untuk mengeliminir serangan nyamuk DBD yang setiap saat bisa membahayakan kesehatan warga” (boni).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *