Masyarakat Desa Kufeu -Malaka Sangat Antusias Tanam Marungga Sebagai Komoditi Eksport 

Malaka, Sabtu (26/10-2019) Masyarakat desa Kufeu di Kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka sangat antusias untuk menanam marungga sebagai salah satu komoditi RPM yang dicanangkan Bupati malaka, Stefanus Bria Seran sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Selain memiliki aneka manfaat bagi kesehatan juga memiliki nilai jual yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan meningkatkan Pendapatan Asli desa melalui komoditi itu.

Pemerintah desa tetap mendorong warga melalui usaha Bumdes untuk menangani khusus tentang tata niaga marungga agar rakyat di desa mendapatkan hasil dari bisnis Marungga itu.

Penjabat Desa Kufeu, Lorens Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun, Sabtu (26/10-2019).

Lorens merasa senang karena masyarakat desa Kufeu saat ini sangat antusias buat kebun untuk menanam marungga atas kesadaran sendiri.

” Kalau ada masyarakat yang tidak kerja kebun dan tidak tanam marungga maka kita anggap mereka itu gila karena pekerjaan yang paling mudah dan gampang mendapatkan hasil itu tanaman marungga sesuai potensi yang ada di desa”

“Kalau kita buat kebun untuk tanam marungga maka hanya satu kali saja buat kebun dan 60 atau 70 tahun lagi baru buat kebun untuk peremajaan dan petani tidak perlu tofa”.

” Marungga itu kalau sudah ditanam, sendiri tumbuh dan kita hanya petik daunnya . Setiap hektar untuk tahun ketiga dan tahun keempat kita petik satu kali dan hasilnya minimal Rp 10 Juta sekali petik. Dalam satu tahun kita bisa panen 12 kali. Tahun pertama 5 atau enam pohon baru dapat satu kilo. Tetapi setiap tahun pohonnya semakin besar dan hasil panenannya satu pohon bisa menghasilkan beberapa kilo marungga”.

“Warga desa Kufeu senang sekali karena dengan tanaman marungga sudah dikunjungi Gubernur NTT, Bapak Viktor Laiskodat bersama Bupati SBS di desa Kufeu”

” Saya senang sekali karena desa Kufeu ditetapkan sebagai salah satu desa dari tujuh desa terbaik di Provinsi NTT dalam pengelolaan Bumdes yang diumumkan dalam raker bersama Bapak Gubernur NTT, Wali Kota/Bupati, Camat dan desa se Provinsi NTT di Kupang”

” Dalam raker itu kita diberi kesempatan memberikan testimoni terkait keberhasilan pengelolaan Bumdes di Desa Kufeu didepan Gubernur, Bupati/Walikota , Camat dan desa di NTT yang digelar di Kupang terkait keberhasilan Bumdes di Kufeu dalam mengelola produk marungga organik”.

“Produk marungga organik merupakan program unggulan Gubernur NTT sekaligus bagian program unggulan Bupati SBS dibidang RPM”.

“Kami juga didukung Pemprop NTT dan Pemkab Malaka untuk sukseskan dan kembangkan Program Marungga Organik karena memiliki prospek ekonomi yang sangat tinggi dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 20-30 orang tenaga kerja /hektar lahan tanaman marungga”

” Produk marungga organik di desa Kufeu sudah disiapkan lahan seluas 100 hektar untuk budidaya marungga dan lahan yang ditanam
baru 80 ha tetapi baru berproduksi 25 hektar”.

“Produk Marungga Organik di Kufeu selain untuk produksi tepung juga untuk produksi sabun, hand body, minyak rambut dan makanan ringan lainnya termasuk makanan untuk konsumsi anak-anak guna pencegahan stunting”.

“Saat ini Bumdes Kufeu sementara produksi untuk memenuhi pasar ekspor baik didalam negeri dan luar negeri seperti di Papua, Eropa, Amerika dan Jepang” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *