Mama Juli Waromi, Bersyukur Papua Bisa Mewarnai Tim Olimpiade.

Jakarta : Menghadapi Olimpiade Tokyo Juli 2021, Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dibawah kepemimpinan Hj.Illiza Sa’aduddin Djamal,SE terus melakukan seleksi terhadap atlit elit nasional. Seleksi dilakukan secara online dan offline dengan melibatkan berbagi stake holder Panahan Indonesia yang langsung dipimpin Maneger Tim Nasional (Timnas) Ikhsan Ingratubun,SE,SH.

Bertepatan dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan PB Perpani mengumumkan 3 atlit putra dan putri terbaik yang akan mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia 18-20 Juni 2021 di Paris, yang juga merupakan babak Praqualifikasi Olimpiade untuk nomor beregu recourve. Indonesia saat ini sudah memperoleh 2 tiket untuk nomor perorangan putra dan putri.

Riau Ega Agatha Salsabila (Jatim), Diananda Choirunnisa (Jatim), Titik Kusumawardani (DIY) merupakan 3 pemanah senior yang selama seleksi dilakukan masih menunjukkan prestasi yang belum mampu dilewati para yuniornya.
Arif Dwi Pangestu (DIY), Alvianto Bagas (Jateng), Rezza Octavia (Papua) merupakan darah segar di Timnas Panahan yang telah membuktikan kemampuan dan teknik yang tidak kalah dari seniornya. Hadirnya 3 remaja yang belum genap 21 tahun ini membuat Tim Manejer Ikhsan Ingratubun,SE,SH dan sejumlah pengamat optimis.

Hadirnya Rezza Octavia pemanah belia dari Bumi Cendrawasih menjadi catatan tersendiri bagi dunia panahan Indonesia. Mahasiswa Univesitas Diponogoro kelahiran Sidoarjo 25 Oktober 2000, semula adalah penghuni Pelada PON Papua di Karang Anyar. Rezza merupakan energi baru tim putri Indonesia, satu-satunya pendatang baru di Timnas Indonesia yang dipersiapkan menuju Olimpiade dan Sea Games.

“Saya bersyukur kali ini Panahan Papua dapat menembus dominasi atlit dari Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Bagi Perpani Papua ini suatu prestasi dari pembinaan yang telah kami lakukan, berbagai daya dan upaya kami lakukan dan hasilnya kita bisa lihat, anak-anak Papua tidak kalah, dan ini modal kami menghadapi PON Papua”, tegas Dr. Juliana J.Waromi, SE, M.Si Ketua Perpani Papua.

Sosok Mama Juli, begitu dia disapa, selalu tampil ceria dan punya kedekatan emosional dengan atlit ini punya resep tersendiri dalam memotifasi anak asuhnya. Keramahan dan ketegasannya dalam memimpin Perpani membuat wanita yang telah dua kalia menjabat Sekretaris Dewan Propinsi Papua ini mampu menata organisasi Panahan di Papua menjadi Cabang Olahraga yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas di PON Papua kelak.

Hadirnya Rezza di Kejuaraan Dunia Perancis merupakan bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan Mama Juli dan Perpani Papua. Baru kali ini Papua hadir mewarnai Tim Nasional yang selama ini di dominasi atlit dari Pulau Jawa. Bicara panahan harus diakui Jawa masih merupakan lumbung atlit yang masih mendominasi rangking atas panahan Indonesia. Dukungan sarana dan prasaran serta sumber daya manusia menjadi persoalan bagi Pengprov Perpani dan sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia.

“Memang awalnya kami tertatih tatih membangun tim Panahan Papua. Dengan latihan yang intensif di Karang Anyar usaha kami mulai tampak hasilnya. Sentuhan tangan dingin coach Iwan dan perhatian ibu Ketua Perpani Dr. Juliana J.Waromi,SE,M.Si. membuat anak ini makin percaya diri dan mental bertandingnya semakin meningkat. Pelan tapi pasti kita sudah bisa melihat hasilnya”, tegas Hengky Fredy Sawaki Wakil Ketua Bidang Binpres Perpani Papua saat ditemui di Venue Panahan Senayan.

Hubungan Mama Juli Waromi dengan atlit bagaikan anak dan Mama, tak ada jarak, cair bagaikan teman sejawat, inilah kekuatannya dalam membangun fighting spirit para atlit. Saat persaingan Rezza dan Asifa Nur Haenza (Jatim) tak bisa dihindari, Mama Juli datang hanya untuk berbicara dari hati ke hati. Spirit Vini, Vidi,Vici ala Mama Juli ternyata mujarab, hasilnya Reza berhasil masuk 3 terbaik bersama Titik dan Diananda.

“Kalau memungkinkan saya akan mendampingi anak Rezza ke Perancis, kita dukung Timnas. Kami siap kalau dibutuhkan, soal biaya kami akan usahakan sendiri, inikan demi kejayaan Indonesia dimata dunia. Kita harus tunjukan bahwa dengan olahraga bangsa ini bisa bersatu tidak melihat dari mana dia datang, tekad kita satu, lagu Indonesia berkumandang disana”, tegas Mama Juli di lapangan Panahan GBK Senayan.

Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dibawah kepemimpinan Hj.Illiza Sa’aduddin Djamal,SE terus berbenah hasil, Musyawarah Provinsi telah melahirkan tokoh muda yang diharapkan bisa total dalam membangun olahraga akurasi ini. Sebut saja Letkol Kuat Erlangga, tokoh muda yang belum lama terpilih pimpin Jawa Barat diharapkan mampu melahirkan atlit muda untuk memperkuat barisan Timnas Indonesia. Jawa Tengah, DIY, Jatim, Kaltim, Kalteng, Aceh, Jambi, Riau, Lampung pembinaan sudah berjalan dengan kepemimpinan yang baik dan terbukti dari daerah-daerah ini mampu berbicara di tingkat nasional.

Kita doakan bersama semoga sejarah olimpiade Seoul bisa terulang dan spirit Nurfitriana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wadhani mampu menginspirasi trio Srikandi Diananda, Titik dan Rezza dalam merebut tambahan tiket beregu putri di Paris, medio juni nanti. ( fw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *