Malaka Tetap Terapkan Posko Covid Hingga Pernyataan Emergency Dicabut – Urusan Pandemi Harus Dengar Satu Komando

Kabupaten Malaka yang berbatasan darat langsung dengan negara Timor Leste tetap terapkan Posko Covid 19 hingga pernyataan darurat emergency dicabut pemerintah.

Posko itu tetap diberlakukan hingga ada pernyataan resmi dari Presiden dan Gubernur bahwa kasus darurat emergenci dicabut.

Di Malaka tidak ada Portal antar batas Kabupaten. Yang ada itu posko covid untuk melakukan surveylance guna mendata masyarakat yang melakukan mobilisasi dari satu wilayah ke wilayah lain.

Prinsip Pandemi komandonya hanya satu. Untuk Indonesia komandonya hanya di Presiden dan Para Mentri. Di Provinsi hanya Gubernur dan Kabupaten/Kota hanya Bupati dan Walikota.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Kediaman Haitimuk.- Malaka – Provinsi NTT, Sabtu (30/5-2020)

Dikatakannya, Kabupaten Malaka tidak bisa mencabut sendiri kebijakan untuk memberlakukan Posko Covid di Perbatasan Kabupaten mengingat TTS sebagai Kabupaten Tetangga masih berada pada Zona merah sehingga sangat rentan untuk penularan Covid 19.

“Kita di Malaka tidak ada Portal antar batas Kabupaten. Yang ada itu posko covid untuk melakukan surveylance guna mendata masyarakat yang melakukan mobilisasi dari satu wilayah ke wilayah lain”.

” Penanganan Pandemi itu harus Continental sehingga penanganan antar Kabupaten itu Komandonya hanya satu yakni Gubernur NTT”

Dijelaskannya, kunci penanganan Pandemi itu ada tiga hal yang harus diperhatikan bersama.

Pertama, Komando hanya satu. Para ahli boleh memberikan masukan dan pendapat tetapi tidak menjadi keputusan karena keputusan hanya ada pada pemerintah.

“Jangan kasih masukan lalu paksakan kehendak untuk diterima karena yang namanya masukan itu boleh diterima dan boleh ditolak. Tidak ada kebenaran mutlak. Ahli siapa yang bisa meramalkan tahun depan pandemi akan berhenti? Tidak ada satu orang yang bisa memastikan itu. Kita hanya bisa memprediksi dari trend kasus yang sementara naik atau turun atau mendatar baru diprediksi”.

“Ahli siapa yang bisa meramal kalau tahun 2020 ada Covid? Khan tidak ada. Demikian juga siapa yang bisa meramalkan kalau tahun depan pandeminya hilang ? Khan tidak ada. Kunci pandemi itu komandonya hanya satu sesuai skop wilayah sesuai tatatan yang ada.

Kedua, Kekuatan pandemi itu ada di tangan rakyat. Investasi yang dilakukan yakni beri pemahaman yang benar untuk rakyat agar rakyat tahu supaya menjaga dirinya, menjaga keluarga dan menjaga wilayahnya. Jangan buat rakyat takut. Rakyat harus kerja karena kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Tetap mengedepankan protokol Covid. Petani tetap kerja di kebun, pelaut tetap melaut dan pegawai tetap bekerja seperti biasa.

Ketiga, Harus bersatu. Semua kekuatan dipadukan dan tidak boleh buat rakyat bimbang. Boleh bertentangan asalkan bisa mengerucut untuk membuat satu keputusan. Beda pendapat boleh tetapi harus mengerucut dalam mengambil satu keputusan yang bermanfaat dan menyelamatkan rakyat banyak. (boni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *