MAGNET ELEKTORAL SBS (Catatan Lepas Jelang Pendaftaran SBS ke Partai Gerindra) – Oleh : Boni Atolan

Perhelatan Pikada Malaka 2020 terbilang tidak lama lagi, namun sejumlah partai politik dan relawan sudah meneguhkan hati untuk mengusung kembali Stefanus Bria Seran.

Secara empiris Golkar, NasDem, Demokrat, Hanura berpeluang memberikan dukungannya, kini sejumlah parpol di Malaka mulai melakukan langkah serupa, kendati masih ada yang malu-malu mengungkapkan langkah serupa untuk mengusung dan memenangkan SBS pada pilkada Malaka 2020 mendatang.

Sementara PDIP, GERINDRA PKB, PERINDO dan PSI tinggal menunggu momentum yang pas untuk mendeklarasikan dukungan. Tak bisa dipungkiri, magnet elektoral SBS cukup kuat.

SBS memang fenomenal meski tak banyak bermanuver. Ia cukup membuktikan dirinya dengan tindakan nyata, bekerja.

Secara matematis, mendapat kelimpahan dukungan membuat SBS berada di atas angin. ia bukan sekadar mengamankan tiket pencalonan sebagai Bupati, melainkan dukungan mesin politik yang siap tempur.

Secara teoritis dalam pemilukada, pertalian figur dan mesin politik menjadi penentu utama kemenangan. Figur populis jika tak dibarengi soliditas mesin politik kadang mengalami kesulitan memenangi kontestasi elektoral. Sebaliknya soliditas mesin politik tanpa figur layak jual bakal terseok-seok dan kandas.

Saya melihat, SBS memiliki bekal keduanya, kekuatan figur dan sokongan partai politik yang memadai. Tentu dalam politik tak boleh mendahului kehendak Tuhan. Menilik kalkulasi rasional, SBS memiliki modal politik besar untuk menang. Ia adalah petahana yang lebih banyak bekerja ketimbang sekadar membangun citra melalui media. Artinya ekspektasi dan daya tarik SBS stabil, bahkan cenderung meningkat setiap tahun.

Terhadap soliditas partai politik pengusung. Sinyal koalisi Golkar, NasDem, Demokrat dan Hanura terlihat nyata dalam isu-isu politik akhir-akhir ini. Sampai saat ini, belum ada satupun parpol di Malaka menyatakan diri berbeda dengan koalisi pemerintah. SBS diprediksi akan mampu meyakinkan serta memberikan rasa nyaman kepada partai politik pendukungnya pada periode sebelumnya untuk terus konsisten dalam barisan seirama.

Banyak kalangan menilai, komunikasi politiknya sudah teruji, baik secara horizontal dengan parpol maupun secara vertikal dengan elit politik regional dan nasional, akan menjadi bekal berharga koalisi yang akan dibangun SBS. Apalagi sejauh ini belum ada penantang yang dipandang sepadan dengan SBS. Realitas politik menunjukkan, betapa SBS masih begitu tangguh. Sebab konfigurasi kekuatan politik saat ini tak terlalu menguntungkan bagi pihak penantang.

Melihat konstelasi politik yang ada, sepertinya akan ada dua kemungkinan PDIP, Gerindra, PKB Perindro dan PSI merapat ke petahana atau membentuk poros baru.

Bukan rahasia umum, PDIP adalah sekutu lama. Sementara partai politik Gerindra dan PKB adalah poros lama yang melawan petahana pada pilkada sebelumnya.

Jika PDIP, mengambil ancang-ancang untuk membentuk poros baru. Partai besutan Megawati ini butuh sokongan minimal dua partai politik untuk memenuhi syarat pencalonan. Begitu juga Gerindra dan PKB. Sementara Perindo dan PSI adalah
pendatang baru yang siap bermain aman tanpa beban.

Andai PDIP dan PKB bisa dirangkul, SBS melaju tanpa ada lawan. Artinya sang petahana melawan kotak kosong, karena hanya tersisa Gerindra 3 kursi, Perindo 1 kursi dan PSI 1 kursi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *