Menu

Mode Gelap

Lintas Provinsi · 7 Mei 2022 08:46 WITA

Lembaga Advokasi Anti Korupsi Soroti Pemenang Tender Gorden DPR


					Lembaga Advokasi Anti Korupsi Soroti Pemenang Tender Gorden DPR Perbesar

Surabaya, – Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) dan Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA) menyoroti perusahaan pemenang tender gorden DPR, LARM-GAK dan HIPPMA heran lantaran perusahaan yang menang justru yang menyodorkan harga lebih tinggi dibandingkan dua perusahaan lainnya.

“Terus terang saja agak aneh, jika pengumuman pemenang yang dijadikan pemenang adalah penawar tertinggi. Karena kalau yang tidak memenuhi persyaratan itu sudah gugur di fase-fase sebelumnya misalnya barangnya jelek, tidak dapat dukungan atau tidak sesuai spesifikasi itu nggak sampai dibuka penawaran,” kata Sekjen LARM-GAK dan HIPPMA Baihaki Akbar kepada awak media, Sabtu (7/5/2022).

“Kain gorden itu kan di pasaran banyak dan panitia mestinya memberikan spesifikasi barangnya itu yang gampang dicari di pasar jadi nggak boleh dikunci, sehingga hanya satu perusahaan yang bisa menyuplai kain itu nggak boleh,” lanjutnya.

Baihaki Akbar mengatakan proses tender harus berjalan kompetitif. Menurutnya, pemenang tender harusnya dipilih dari perusahaan yang menawarkan harga termurah dan memenuhi persyaratan.

“Karena ini namanya tender harus kompetitif maka dicari di pasaran yang bayak, maka nanti banyak perusahaan yang ikut tender sehingga terjadi harga yang kompetitif, Kompetitif itu kan mestinya harga termurah yang memenuhi persyaratan nah ini kok justru pemenang harga tertinggi, ini agak sesuatu yang tidak lazim,” ujarnya.

Baihaki Akbar yakin dua perusahaan lainnya yang ikut tender memenuhi persyaratan. Sebab kata Baihaki Akbar, gorden merupakan barang yang mudah dicari di pasaran.

“Saya juga berkeyakinan dua yang lain itu mampu memenuhi persyaratan, mampu memenuhi spesifikasi, karena ini barang mudah dicari di Pasaran, pasti banyak sesuai spesifikasi yang bisa disuplay pemborong,” ucapnya.

Baihaki Akbar mengaku akan memantau kain yang disuplay oleh perusahaan pemenang tender. Dia akan membandingkan dengan kain gorden perusahaan lain.

“Saya akan memantau, kain yang akhirnya disuplai oleh pemborong oleh pemenang itu seperti apa dan akan saya bandingkan dengan dua perusahaan yang lain. Kalau itu sama spesifikasinya seperti itu, kenapa yang lebih murah kok malah kalah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Baihaki Akbar meminta pimpinan program atau pimpro untuk melakukan evaluasi pasca penetapan pemenang tender. Dia menyebut dalam tender memungkinkan adanya evaluasi ulang setelah pengumuman pemenang.

“Saya meminta kepada pimpro untuk evaluasi ulang kemudian melakukan proses yang benar, pelacakan, jangan sampai yang dua ini seperti gugur hanya dicari-cari kesalahan sehingga yang dianggap pemenang yang harga tertinggi. Biasanya dalam tender memungkinkan adanya evaluasi ulang setelah dilakukan pengumuman. Mestinya juga ini ada kesempatan penawar yang lain yang lebih murah untuk melakukan sanggah banding,” imbuhnya. ( tim)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Merajut Kebersamaan dan Solidarotas Kaum Muda Katolik Paroki Ngagel -Surabaya Patut Jadi Model

17 Mei 2022 - 00:09 WITA

Kasi PMD Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan Tidak Profesional Dalam Memberikan Pelayanan Terhadap Warga.  

15 Mei 2022 - 22:14 WITA

KASAU Resmikan Pembangunan Poliklinik RSAU dr. Charles Suoth di Sulut

14 Mei 2022 - 15:23 WITA

SMPN 1 CIBITUNG REKAYASA LAPORAN BOS 2020, KEPALA DINAS PENDIDIKAN TAK BERANI TINDAK

9 Mei 2022 - 09:58 WITA

UKM Indonesia dan Diaspora Indonesia ramaikan Ajang Duta UKM Indonesia di Singapura

5 Mei 2022 - 12:19 WITA

Baihaki Akbar Sekjen LARM-GAK Dan HIPPMA Menduga Opini WTP dari BPK Tak Gratis, Tugas KPK Mendalaminya

1 Mei 2022 - 10:12 WITA

Trending di Lintas Provinsi