Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Laksamana TNI Muhammad Ali Dianugerahi Gelar Adat Melayu di Balai Adat LAM Riau

101
×

Laksamana TNI Muhammad Ali Dianugerahi Gelar Adat Melayu di Balai Adat LAM Riau

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Pekanbaru – Dalam suasana yang sarat dengan nuansa adat dan tradisi, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menghadiri upacara penganugerahan gelar adat kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Ansar tampil menawan dalam pakaian adat Melayu pada perayaan tersebut, yang diadakan pada hari Rabu, 5 Juni 2024, di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru.

Dalam perayaan yang bersejarah ini, Laksamana TNI Muhammad Ali, yang juga pernah menjabat sebagai Panglima Kogabwilhan I dengan markas di Kota Tanjungpinang, dianugerahi gelar adat Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa.

Gelar adat Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa memiliki makna “seorang pemimpin yang penuh dengan kebaikan, kekuatan, dan kemuliaan yang mampu menggunakan kekuatannya untuk menjalankan kewajiban dan menunjukkan kesetiaan kepada bangsa dan negara”.

Ansar yang juga memiliki gelar Datok Setiabijaya Mahkotanegeri, diberikan kehormatan untuk memasangkan pingat kepada Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai simbol dari penganugerahan tersebut.

Ansar merasa sangat bangga atas penganugerahan Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa. Ini menandakan bahwa masyarakat dan LAMR sangat menghargai kontribusi dan dedikasi Kasal.

“Melihat profil, performa, serta karir beliau, dapat kita lihat bahwa beliau adalah orang yang tepat dan patut diberikan gelar adat ini. Jasa-jasanya selama ini dalam menjaga kedaulatan negara sangat berarti. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarir dengan lebih baik,” ujarnya.

Setelah menerima penganugerahan tersebut, Kasal menyampaikan ucapan terima kasih atas gelar adat Melayu yang diberikan oleh LAMR kepadanya. Menurut Kasal, gelar tersebut merupakan kehormatan tersendiri dan sebuah amanah yang harus dijaga.

“Penganugerahan ini juga memberikan konsekuensi kepada saya selaku Kepala Staf TNI Angkatan Laut maupun sebagai individu, untuk dapat memberikan perhatian dan segala daya upaya, bersama-sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat Riau guna meningkatkan keamanan wilayah di perairan laut,” tegas Kasal.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, menyampaikan, dengan penganugerahan ini, Kasal sudah menjadi Melayu yang sejati.

Gelar adat datuk merupakan sosok panutan, yang dapat memperhalus yang kasar, membenarkan yang salah, dan menjalankan hukum serta adat secara adil dan seimbang.

“Datuk adalah tempat penyelesaian untuk hal rumit, mengklarifikasi yang buram, tempat sengketa diselesaikan, dan tempat di mana hukum dan adat menjadikan suatu hukum yang adil,” lanjut Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf.

Editor: Budi Adriansyah