Kondisi Jalan Strategis Nasional di Malaka Sangat Memprihatinkan –  Warga Fatubesi – Kaputu Swadaya Perbaiki Jalan Rusak dan Berlubang

Warga dua dusun di Malaka, masing-masing Fatubesi A dan B di Desa Manulea – Kecamatan Sasitamean- Kabupaten Malaka – Provinsi NTT berinisiatif untuk memperbaiki jalan strategis nasional yang melintas di wilayah desa setempat.

Pasalnya, Ruas jalan Simpang Umasukaer -Nurobo yang melintasi daerah itu selama kurang lebih 20 tahun terakhir belum mendapatkan perhatian yang signifikan pemerintah untuk diperbaiki padahal ruas jalan itu termasuk nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Malaka melalui sektor tengah.

Selama ini Pemerintah melakukan perbaikan dengan menggunakan dana APBN dari Kementrian tetapi pengalokasian anggaran pertahun hanya untuk perbaikan paling banyak 2 atau 3 km sementara total ruas jalan itu kurang lebih 30 an km.

Kami minta Pemerintah Provinsi dan Pusat agar memberikan perhatian kepada perbaikan ruas jalan itu supaya bisa melancarkan akses rakyat dan mendongkrak ekonomi masyarakat.

Tokoh masyarat Sasitamean, Ambros P. mengatakan hal itu kepada wartawan di Fatubesi – Desa Manulea – Kecamatan Sasitanean – Kabupaten Malaka, Selasa (2/2-2021)

Dikatakannya, dirinya bersama masyarakat yang bermukim di wilayah dusun Fatubesi A dan B harus mengambil inisiatif untuk memperbaiki jalan yang rusak itu dengan peralatan seadanya dengan mengandalkan tenaga manusia.

” Kami harus perbaiki jalan itu secara swadaya karena kondisi jalannya rusak parah tidak bisa dilewati kendaraan lantaran semua aspal sudah rusak tinggal batu lepas sebesar biji mangga sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan”

” Kami harus perbaiki jalan itu karena selain letaknya di tikungan tajam, terjal dan setiap harinya kami lihat sering terjadi kecelakaan di lokasi itu, apalagi sering dilewati anak-anak ke sekolah”

” Kami hanya bisa singkirkan batu-batu sebesar biji mangga itu supaya saat berkenderaan tidak terjadi kecelakaan. Selain itu pada badan jalan yang berlubang tergerus air hujan kami timbun dengan tanah putih supaya saat dilewati kendaraan bisa nyaman dan tidak terjadi kecelakaan”

” Setiap tahun masyarakat sudah mengusulkan ke pemerintah melalui musrenbangdes dan musrenbangcam namun perbaikannya tidak seperti yang diharapkan”

” Kami sering dengar penjelasan pemerintah bahwa ruas jalan itu masuk jalan Provinsi dan dikerjakan dengan dana APBN yang dianggarkan melalui Kementrian PUPR”

” Dalam beberapa tahun terakhir memang terlihat ruas jalan ini sudah mulai dibangun namun paling banyak tiap tahun hanya 2 atau 3 km sehingga untuk menyelesaikan ruas jalan itu butuh hingga belasan tahun”

” Untuk itu kita berharap Pemprop NTT dan Kementrian PUPR harus fokus untuk mempercepat proses pembangunannya agar jalan itu bisa dimanfaatkan rakyat”

” Untuk saat ini ruas jalan itu sudah mulai dibangun dari Nurobo hingga Uabau. Tinggal diteruskan dari Desa Bisesmus -Kecamatan Laenmanen menuju desa Manulea di Kecamatan Sasitamean untuk selanjutnya menuju Simpang Umasukaer di dekat ibu kota Kabupaten Malaka”

Warga Desa Manulea, Klemes Bria secara terpisah kepada wartawan mengatakan hal senada.

” Kondisi jalan strategis nasional yang melintasi desa Manulea hingga Kateri di Kecamatan Malaka Tengah kondisinya sangat memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah untuk perbaikannya”

” Jalan ini sangat penting dan Vital karena menjadi penghubung Ibu Kota Kabupaten Malaka dengan dua Kabupaten Tetangga lainnya yakni Belu dan TTU”

” Dulu jalan ini dilewati angkutan bus dalam provinsi namun sekarang tidak ada kendaraan bus yang melewati ruas jalan itu karena sangat rentan kecelakaan lantaran kondisi jalan yang rusak parah”

” Bila jalan itu segera diperbaiki akan melancarkan arus transportasi barang dan orang termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan melancarkan akses rakyat ke pusat pelayanan publik di ibu kota Kabupaten Malaka”

Kadis PUPR Malaka melalui Kabid Bina Marga, Lorens Haba kepada wartawan mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi dan Pusat sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

” Saya yang mendampingi Bupati Malaka untuk mempresentasikan blu print pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kementrian dan sejak saat itu jalan strategis nasional itu dibangun walau saat ini belum selesai”

” Terkait kerusakan pada beberapa titik disepanjang ruas jalan itu Bupati Malaka sudah memerintahkan kepada Bina Marga untuk melakukan perbaikan-perbaikan namun sifatnya tidak permanen”

” Jalan yang legong karena tergerus air kita timbun dan jalan yang terhalang batu-batu mangga kita singkirkan dengan alat berat terutama di wilayah Fatukro hingga jurusan desa Kateri agar memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan” ( boni)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *