Komunitas Lafaek Malaka Bantu Korban Kebakaran Rumah di Kletek

Malaka – Komunitas Lafaek Malaka menggelar kunjungan sosial di tempat tinggal Bapak Gabriel Klau Buat, salah satu korban kebakaran rumah di desa Kletek – Kecamatan Malaka Tengah, Minggu (8/9-2019)

Kunjungan yang digelar dalam rangka mengimplementasikan misi Komunitas Lafaek Malaka di bidang sosial kemasyarakatan untuk membantu meringankan korban yang terdampak kebakaran rumah tinggalnya.

Turut hadir dalam kunjungan sosial itu Penasehat Komunitas Lafaek Malaka Bapak Martinus Bere, SE, wakil ketua Willybrodus Bere beserta seluruh anggota komunitas.

Tujuan kunjungan itu untuk melihat langsung kondisi bangunan yang terbakar juga memberikan bantuan berupa sembako dan peralatan rumah tangga, Pakaian layak pakai dan sejumlah Uang serta memberikan motivasi kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Dalam sambutannya Bapak Manjo selaku penasehat mengatakan sumbangan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian bagi warga yang berdampak musibah tanpa membeda-bedakan satu sama yang lain.

“Bantuan ini adalah tulus dari Komunitas Lafaek Malaka.
Bantuan ini bersifat stimulan untuk meringankan beban korban dan diharapkan dapat berguna bagi kelangsungan hidup ke depan”.

Sementara, pihak keluarga korban mengatakan bahwa bantuan ini merupakan yang pertama setelah musibah yang dihadapi.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kepada Komunitas Lafaek Malaka, yang dengan hati yang tulus dan peduli telah memberikan bantuan kepada kami. Kami akan gunakan bantuan ini untuk beberapa bulan ke depan”, ucap Kepala Desa Kletek YOSEPH LUIS ATOK mewakili keluarga.

Dalam kesempatan itu rombongan yang dipimpin Bapak Guntur, berdialog dengan keluarga yang bersifat kekeluargaan.

“Kami dari Komunitas Lafaek Malaka sudah melakukan kegiatan yang sama beberapa kali. Ini murni dari Komunitas Lafaek Malaka dan kami memberi dari kekurangan kami akan tetapi kami yakin bahwa bantuan ini dapat meringankan beban yang dihadapi korban”

Rombongan Komunitas Lafaek Malaka mendatangi keluarga korban dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat dan roda dua, serta memakai kostum khas berwarna hitam.

Dalam sambutan ketua rombongan, Bapak Guntur menegaskan bahwa Komunitas Lafaek ini jangan dinilai bahwa kelompok yang bersifat “huru-hara” ,penuh kekerasan, Kenakalan sesuai dengan namanya, tetapi kelompok ini dibentuk berbanding terbalik dari sifat asli Nama Lafaek (Buaya) berdasarkan kesepakatan para pendiri dengan konsep kepedulian terhadap sesama umat manusia, dan menjadi Contoh bagi Generasi muda lainnya.

Sebagai akhir dari rangkaian kunjungan ini, Komunitas Lafaek Malaka melakukan doa bersama keluarga korban memohon kepada Tuhan agar keluarga korban tetap tabah dan jadikan musibah ini sebagai bentuk ujian dari sang khalik.

Komunitas Lafaek Malaka, melalui penasehat, Bapak Manjo menyampaikan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah mendonasikan barang maupun uang.

‘Kami tidak bisa membalas kebaikan para donatur akan tetapi kami doakan agar selalu diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kasih”, (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *