Ketua TP PKK Prov NTT : Pemerintah Perlu Optimalkan Perempuan Dalam Proses Pembangunan

Malaka – Pemerintah perlu mengoptimalkan perempuan dalam setiap proses pembangunan karena kenyataannya jumlah perempuan lebih banyak dari laki-laki.

Dalam bekerja kaum perempuan bisa berbuat lebih optimal karena kesehariannya lebih banyak berada di rumah dan desa.

Salah satu keterbatasan yang dimiliki kaum perempuan yakni kekurangan ilmu dan fasilitas. Kita sangat optimis dengan sedikit sentuhan dan perhatian maka kaum perempuan bisa berkontribusi dalam pembangunan.

Permintaan itu disampaikan Ketua TP PKK Propinsi NTT, Ibu Julie Sutrisno Laiskodat saat membuka kegiatan sosialisasi tentang desa model di desa Umatoos – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka – Propinsi NTT, Jumat (9/8-2019).

Dikatakannya, kaum perempuan tidak bisa berjalan sendiri tetapi perlu bersinergi dengan berbagai komponen yang ada dalam setiap proses pembangunan.

“Kami seperti sapu lidi. Kalau mau sapu di satu tempat harus segenggam dan keroyokan. Sapu lidi itu sama rata dan harus diikat baru dimanfaatkan. Berarti harus bergandengan tangan dengan semua stake holder dalam setiap proses pembangunan”

“Dalam kesempatan ini saya menghimbau kepada seluruh OPD agar peduli dan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan di desa yang melibatkan unsur perempuan”

” Khusus untuk masyarakat supaya tidak menonton tetapi harus berpartisipasi dan bangun dari ruang tidurnya. Sebagus apapun program yang dibuat tetapi masyarakat masih tidur nyenyak maka akan sia-sia”.

“Contohnya, kalau kita mau bangun pariwisata maka masyarakat minimal harus berperan serta menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah disembarang tempat”.

“Ethos kerja masyarakat juga harus berubah dengan membangun budaya kerja”.

” Kita sama-sama gotong royong dan fokus untuk tata desa ini menjadi desa model”.

” Pak Jokowi terakhir datang minta supaya libatkan perempuan dalam setiap aktivitas pembangunan”

“Menuju bangkit dan sejahtera bukan hanya slogan tetapi perlu kerja sama semua pihak supaya NTT benar-benar bangkit dan sejahtera dalam arti sesungguhnya” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *