Ketua Golkar Malaka Tepis Isu Perintah Camat Kumpul KTP Untuk Pilkada

 

Malaka – Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka tepis isu memerintahkan Camat untuk kumpul KTP guna pelaksanaan pilkada.

Pernyataan dan isu seperti itu perlu diluruskan agar tidak menyesatkan masyarakat.

Isu itu sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Yang pasti Partai Golkar sebagai partai Pemenang Pemilu legislatif di Kabupaten Malaka taat asas dan taat struktur sehingga isu yang dihembuskan itu tidak benar dan menyesatkan.

Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran kepada wartawan di Haitimuk, Sabtu (29/6-2019)

Dijelaskannya, terkait isu yang berkembang di masyarakat terkait pengumpulan KTP yang menurut informasi diperintah Ketua DPRD adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan masyarakat sehingga perlu diluruskan.

“Ini informasi yang tidak benar dan sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terkait urusan Pilkada Malaka”

“Golkar itu partai pemenang pemilu dengan perolehan delapan kursi padahal untuk mengusung kandidat hanya butuh lima kursi”

“Terkait penjaringan calon Bupati/wakil Bupati Malaka prosesnya sudah selesai di tingkat Kabupaten Malaka sehingga bagi kandidat yang sudah mendaftar silahkan melakukan sosialisasi di masyarakat”

“Saya minta agar anak-anak Malaka tidak usah saling mencederai dengan membangun isu yang tidak benar di masyarakat”

“Tidak perlu saling mencederai satu dengan lainnya karena kita ini sama-sama anak Malaka. Kalau mau maju dalam pilkada silahkan gunakan cara santun untuk mensosialisasikan diri”

“Lagi pula rakyat Malaka saat ini sudah pintar bisa membedakan berita mana yang benar dan berita mana yang bohong”

“Bagi para kandidat yang akan maju dalam pilkada supaya menggunakan cara-cara terhormat, bermartabat dan berpendidikan karena rakyat Malaka itu punya otak, punya mata, punya mulut dan punya telinga. Mereka sudah tahu siapa yang pantas dan layak untuk memimpin mereka.
Oleh karena itu saya himbau supaya mari bersaing secara sehat dan tidak menggunakan cara-cara kampungan, kuno dan primitif”.

“Kepada kandidat lain yang ingin mencalonkan diri supaya menggunakan cara-cara terhormat, bermartabat dan berpendidikan karena rakyat Malaka punya otak untuk memilih siapa pemimpin yang dianggap mampu untuk memimpin mereka” .

” Kita di Partai Golkar ada aturan mainnya. Kandidat yang diusung adalah kandidat yang punya saham untuk membesarkan Partai Golkar dan bukan pada kandidat yang lawan partai Golkar”.

“Sesuai tahapan yang ada penjaringan di tingkat Kabupaten sudah selesai dan hasilnya sudah diserahkan di propinsi untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan dan mekanisme Partai” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *