Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineOlahraga

Ketua Askab Malaka : Jangan Campur Adukkan Politik Dengan Urusan Sepak Bola

60
×

Ketua Askab Malaka : Jangan Campur Adukkan Politik Dengan Urusan Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

Malaka – Ketua Askab PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran meminta supaya urusan politik jangan dicampuradukkan dengan sepak bola karena urusan sepak bola berkaitan dengan urusan profesional yang mengusung nilai-nilai profesional dan sportifitas.

Selama delapan tahun memimpin Askab PSSI Malaka segenap pengurus selalu mengedepankan profesional dalam mengurus bola sehingga bisa menorehkan sejumlah prestasi yang dapat dibanggakan dan mengangkat nama daerah di kancah regìonal dan nasional.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran mengatakan hal itu disela acara ramah tamah dan syukuran Juara II Faperta Cup 2022 di SMA Fajar Timur Haitimuk – Malaka, Jumat (16/12-2022)

Ketua Askab PSSI Malaka yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka itu mengatakan sejak dirinya dipercaya sebagai Ketua PSSI Kabupaten Malaka sejak tahun 2014 hingga 2022 sudah menghantarkan tim asal Malaka berkiprah dikancah regional dan nasional.

Ketua DPRD Malaka 3 periode itu mengatakan Kabupaten Malaka selama 8 tahun terakhir sudah menorehkan sejumlah prestasi yang bisa mengangkat nama daerah baik ditingkat regional dan nasional diberbagai kelompok usia.

” Untuk sepak bola kelompok umur 12 tahun anak-anak Malaka berhasil merebut medali emas dan Juara 1 NTT serta mewakili provinsi NTT di tingkat nasional”, ujarnya.

” Tahun 2019 Kabupaten Malaka sebagai tuan rumah perhelatan akbar sepak bola NTT dan berhasil merebut Juara 1 ETMC”

” Untuk kelompok U15 Malaka juga berhasil merebut Juara 1 NTT
Sementara itu untuk kelompok U 17 anak-anak Malaka berhasil merebut
2 kali Medali perak ( kalah dari Sumba barat dan Sumba timur)”, ujarnya.

” Ini semua berkat dukungan dari Pemerintah, DPRD Malaka, rakyat Malaka, doa Para Pastor, Pendeta dan ulama yang ada di Kabupaten Malaka”, ujarnya.

Adrianus mengatakan prestasi yang ditorehkan saat ini merupakan dukungan dari semua pihak.

” Kuncinya Politik tidak boleh dicampur adukkan dengan olahraga. Di sepak bola kita bersatu maka kita juara 1″, jelasnya.

Dikatakannya, Dari berbagai prestasi yang ditorehkan membuktikan bahwa anak-anak Malaka tidak jago kandang tetapi bisa mengalahkan tim-tim kuat seperti tim mahasiswa dalam Faperta Cup 2022. Dari sini kita buktikan bahwa untuk urusan sepak bola Malaka juga diperhitungkan di NTT saat ini. ( boni)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *