Kepala BPBD : Penanganan Banjir Ala Bupati SBS Terbukti Handal dan Sangat Membantu Rakyat

Malaka – Penanganan banjir ala Bupati SBS terbukti handal dan sangat membantu rakyat. Konsep penanganan banjir dengan mengatasi sebab banjir Bupati SBS sudah membuktikan bahwa program mengatasi banjir di Malaka sukses dan manfaatnya dirasakan rakyat. Selama masa kepemimpinan SBS tidak terjadi banjir bandang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun, Rabu (9/10-2019)

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati SBS memberikan perhatian yang besar terhadap masalah bencana banjir di Malaka.

Pemerintah melakukan penanganan bencana banjir dengan model yang lebih tetap dan benar-benar mengatasi masalah utamanya.

Pola penanganan yang sudah dilakukan yaitu membangun tanggul sepanjang bantaran kali Benanain guna menahan banjir agar tidak meluap ke permukiman masyarakat.

Kemudian melakukan normalisasi kali di daerah yang terlihat dangkal agar banjir mengalir pada alur air tepat. Selain itu itu, melakukan pembersihan rutin endapan lumpur atau sedimentasi agar kali tidak terlihat dangkal.

Model penanangan banjir seperti ini telah memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Malaka, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Benanain. Masyarakat tidak lagi merasakan bencana banjir dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran  disetiap momen mengatakan, ia akan terus mengecek kondisi tanggul yang sudah dibangun, Tujuannya untuk memastikan kondisi tangggul tersebut.

Sebab, Pemerintah Kabupaten Malaka telah membangun tanggul berkilo-kilo panjangnya dengan tujuan untuk menyelamatkan masyarakat Malaka dan harta bendanya dari ancaman bencana banjir. Pola penanganan banjir seperti ini sudah sangat tepat karena hasilnya sudah terbukti.

Oleh karena itu, kondisi ini harus terus diperhatikan oleh pemerintah Khusunya BPBD

Pemerintah harus memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar (DAS) agar tidak menjadi korban bencana banjir.

Setelah pemerintah membangun tanggul, masyarakat sudah bisa menggarap lahan pertanian di sekitar bantaran kali. Masyarakat bisa menanam jagung, pisang dan tanaman lainnya karena sudah luput dari banjir. (ed/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *