Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Kembangkan Potensi Pertanian Lokal: Bintan Menuju Ketahanan Pangan dan Pasar Global

37
×

Kembangkan Potensi Pertanian Lokal: Bintan Menuju Ketahanan Pangan dan Pasar Global

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Bintan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tengah berusaha untuk memajukan sektor pertanian dan pangan lokal melalui inisiatif-inisiatif yang mereka kembangkan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan rasa optimisnya mengenai kemajuan pertanian di Bintan melalui acara Pelatihan Produk Pengolahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Aula Kantor Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, pada Rabu, 8 Mei 2024.

Bintan dikenal memiliki sumber pangan lokal yang beragam, seperti ubi kayu, jagung, ubi jalar, sukun, sorgum dan lain-lain.

Peningkatan produksi dilakukan melalui program intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi dengan dukungan dari APBD dan APBN.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendaftaran 5 varietas lokal ubi kayu ke Kementerian Pertanian, yaitu Sapat Hitam Gemilang, Sapat Putih Gemilang, Monggo, Bintani, dan Jantung Bintani.

Bintan, sebagai sentra produksi pertanian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Pak Ibu, potensi dan peluang yang kita punya, mari kita kembangkan sebanyak mungkin. Kita memiliki modal, tinggal bagaimana kita mengelolanya dan mengembangkannya,” kata Roby.

Pemerintah memberikan bantuan pengembangan pertanian tahap pertama dalam acara tersebut, termasuk pembangunan greenhouse modern untuk pengembangan hortikultura buah dan sayuran, rehabilitasi jaringan irigasi, pemeliharaan jalan usaha tani, bantuan hibah pekarangan lestari serta revitalisasi hidroponik.

Diharapkan para penerima bantuan dapat memanfaatkannya secara maksimal dan menjadi petani yang mandiri.

“Kita ingin melihat para petani kita mandiri dan sukses membawa kemajuan perekonomian yang maksimal,” tambah Roby.

Roby juga mengingatkan bahwa Bintan merupakan salah satu primadona pariwisata di Indonesia. Hal ini tentu dapat dijadikan pasar yang potensial bagi produk pangan lokal.

Dengan kemasan yang higienis, cita rasa khas dan vacuum, tidaklah mustahil produk olahan pangan yang ada di Bintan akan semakin dikenal bahkan hingga tingkat internasional. Hal ini dapat membantu mengembangkan cakupan pemasaran produk dalam daerah.

Dalam acara tersebut, juga disampaikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan atas pembagian bibit cabai gratis.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menekan angka inflasi di Kabupaten Bintan serta Provinsi Kepri secara keseluruhan.

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Diskominfo Bintan