Keluarga Besar Tei Seran Tidak Pernah Duduk Bersama Nyatakan Sikap Dukung Paslon Bupati dan wakil Bupati Tertentu Dalam Pilkada Malaka 2020

Demikian pernyataan sikap dan klarifikasi
dari keluarga besar Tei Seran di Halioan – Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah – Kabupaten Malaka, Jumat (30/10-2020) pukul 20.00 Wita malam ini.

Rilis berita yang diterima media ini menyebutkan klarifikasi Tei Seran terhadap Pernyataan Tei Seran yang lain di Kakaniuk sebagai berikut :

Membaca tulisan dengan judul “Keluarga Besar Tafatik Liurai Kakaniuk Putuskan Dukung Paket SN-KT di Pilkada Malaka”, yang dimuat oleh media online corpnews.com dengan link berita:
https://corpsnews.com/2020/10/28/keluarga-besar-tafatik-liurai-kakaniuk-putuskan-dukung-paket-sn-kt-di-pilkada-malaka/, memantik reaksi keluarga besar Tei Seran lainnya, pada hari jumat, 30 Oktober 2020, bertempat di Dusun Halioan, Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah.

Roy Tei Seran atau yang akrab disapa dengan sebutan RTS pada kesempatan tersebut, mewakili keluarga besar Tei Seran yang hadir pada kesempatan itu, bersama dengan ratusan orang lainnya, yang tergabung dalam keluarga besar Tafatik Liurai Kakaniuk, yang wilayah sebarannya mencakup Kakaniuk, Boni, Numbei, Laluan, Benahe, Haehedan, Ninu, Sulit-Kereana, Halioan dan lain sebagainya, mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan oleh media corpsnews perlu diklarifikasi.

Dalam rekaman video berdurasi sekitar 2 Menit yang dikirim ke media ini, RTS mewakili keluarga besar Tei Seran yang hadir pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa, hendaknya persoalan Politik ditempatkan pada porsinya dan persoalan adat ditempatkan pada porsinya. Keluarga Besar Tei Seran tidak pernah duduk bersama untuk menyatakan sikap mendukung paslon Bupati dan wakil Bupati tertentu dalam hajatan Pilkada Malaka 2020. RTS yang didukung oleh keluarga besar yang hadir mengajak seluruh keluarga yang tergabung dalam Tafatik Liurai Kakaniuk untuk tidak mencampuradukan persoalan Politik Elektoral ke dalam urusan Suku, Agama, Ras (SARA), sesuai dengan Hibauan atau Seruan Gembala yang tertuang dalam Surat Gembala Uskup Atambua dengan judul “SURAT GEMBALA USKUP ATAMBUA MENJELANG PEMILUKADA BUP 2020 DI WILAYAH KEUSKUPAN ATAMBUA”, Pada pertengahan Oktober 2020 silam.

RTS juga dalam kesempatan itu menghimbau dan mengajak seluruh keluarga besar Tafatik Liurai Kakaniuk agar tidak membawa nama suku atau keluarga untuk proses Politik, tertutama Pilkada Malaka 2020.

Di akhir pesannya, RTS mengajak seluruh keluarga dan masyarakat Malaka pada umumnya agar menjaga nama baik keluarga besar dan suku agar tidak digunakan untuk kepentingan elektoral mendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Malaka tertentu tanpa musyawarah mufakat.

Berikut kutipan yang terdapat dalam video yang diterima media ini;
“Selamat malam Ina Ama, Maun Alin Sira Hotu-hotu. Ami hosi keluarga Besar Tei Seran, Kakaniuk, Barene, Laluan, Ninu, Halioan, Numbei, Benahe, Wekmidar, ami tur mutuk hodi keluarga bot ami kan, atu katak ba Ina Ama sia, ita tetap daka ba oras nee, oras Politik, keta Hodi adat tama ba Politik. Jadi kami semua sepakat dan menghimbau, memohon kepada Bapak Mama, kakak adik, yang kebetulan memiliki status tertentu dalam keluarga besar kita, maupun suku kita, agar tidak membawa keluarga dan adat ke dalam Politik. Ini sesuai dengan seruan Gembala dari Uskup Atambua, yang mengajak kita semua agar tetap santun dalam berpolitik, dan tidak membawa nama besar keluarga ataupun suku untuk kepentingan pasangan calon Politik tertentu.

“Jadi kami membantah sekelompok orang tua kami yang mengatasnamakan kami semua untuk mendukung pasangan calon tertentu di Kakaniuk.
Untuk itu, kepada teman-teman wartawan, saudara-saudara wartawan, ini klarifikasi dari kami keluarga besar Tei Seran, kami tetap menjaga keutuhan adat dan suku kami, supaya bersih dari kepentingan-kepentingan politik satu dan dua orang. Ina no Ama sia, tebes ka Lale? (Ibu dan Bapak sekalian, Benar atau tidak?) Disambut secara serempak oleh kelompok manusia yang duduk dan berdiri di belakang RTS dengan kata, “Tebes” (Benar). Terima kasih, selamat malam semua.”

RTS juga dalam kesempatan terpisah lewat media WA mengatakan bahwa, jangan sampai kejadian terulang seperti pernyataan oleh segelintir orang mewakili kelompok suku yang berada di wilayah Desa Kamanasa (link https://www.youtube.com/watch?v=2blnkTnCEVY) dengan judul Tim SN-KT Kamanasa Deklarasi Tolak Kampanye SBS-WT” di mana dalam video tersebut terdapat pernyataan penolakan terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malaka tertentu, tetapi pada kenyataannya, masyarakat Kamanasa tetap menerima, bahkan memeriahkan acara kampanye dari Paslon yang dikata ditolak di Kamanasa beberapa waktu yang lalu.

RTS mengajak agar setiap kita menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bersifat mengklaim kelompok masyarakat atau keluarga tertentu, agar tidak terjadi dikotomi ataupun friksi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Malaka tercinta. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *