Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Kades Besikama, Yasinta Ping Dinilai Arogan Main Copot Penerima BLT

108
×

Kades Besikama, Yasinta Ping Dinilai Arogan Main Copot Penerima BLT

Sebarkan artikel ini

Malaka -NTT– Kepala Desa Besikama- Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka, Yasinta Ping dinilai arogan mencopot secara sepihak penerima BLT di Desa Besikama.

Selain arogan Kades Besikama dinilai tebang pilih dalam penetapan Penerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT) di Desa Besikama tahun 2023 dengan alasan yang tidak masuk akal.

Kades Yasinta Ping dinilai secara sepihak melakukan pencopotan nama penerima padahal nama penerima BLT sudah ditetapkan secara resmi melalui forum rapat yang dihadiri BPD dan Aparat Desa Besikama.

Bupati Malaka melalui Dinas PMD harus memberikan teguran keras kepada Kades Besikama, Yasinta Ping karena sudah menyalah gunakan kewenangannya untuk membuat keputusan yang bertentangan musyawarah dalam forum rapat resmi di desa sekaligus mengevaluasi kembali para penerima BLT agar tidak merugikan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Warga Desa Besikama, Maria Bano Mean kepada wartawan medi ini, Senin ( 8/5-2023).

Maria Bano mengatakan dirinya patut mempertanyakan kebijakan kades yang dinilai sangat merugikan dirinya sebagai salah satu penerima BLT di desa Besikama padahal sudah dilakukan rapat penetapan penerima BLT yang dihadiri Aparat Desa dan BPD.

” Saat penetapan kakak kandung saya hadir di kantor desa dan pulangnya saya dipesan supaya tidak boleh ribut karena nama saya sudah diakomodir tetapi faktanya nama saya tetap diganti sebagai penerima”, ujarnya.

” Saya lihat kades Yasinta tidak fair karena ada aparat desa yang terima BLT termasuk orang yang masih muda juga masuk dalam daftar penerima. Contohnya, Dina, orang yang ganti saya itu memang janda tetapi umurnya masih muda , ibunya juga aparat desa dan bapaknya hansip dan ibunya dina juga terima PKH. Jadi seolah semua bantuan diborong satu keluarga”, bebernya.

” Menurut Penjelasan kades, Dina yang menggantikan saya itu katanya orang gila kambing tetapi faktanya tidak demikian karena setiap hari bisa main judi dan jalannya sehat-sehat saja. Kalau bilang gila kambing harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dokter yang sah, bukan hanya dengan pernyataan kades”, lanjutnya.

” Saya curiga kades Besikama itu masih dendam Politik saat pilkades Besikama sehingga setelah penetapan nama penerima BLT juga diganti sepihak padahal saya ini seorang janda yang masih juga ada anak kuliah. Untuk mencukupi kebutuhan saya keseharian harus bekerja menjadi pembantu rumah tangga untuk kebutuhan keluarga dan tambahan untuk kuliahkan anak”, imbuhnya.

Kepala Desa Besikama, Yasinta Ping ketika dikonfirmasi media malam ini mengatakan penetapan BLT Desa Besikama tahun 2023 sudah sesuai ketentuan.

” Dalam rapat pembahasan Calon Penerima BLT nama Maria Bano memang ada dalam pembahasan tetapi oleh tim yang membahas masih diberi tanda tanya karena harus diuji lagi dengan 4 kriteria penerima BLT. Setelah dipasang 4 kriteria itu ternyata nama Maria Bano tidak masuk karena dirinya masih kuat dan muda sehingga dalam rapat penetapan itu nama Maria Bano tidak masuk dalam daftar penerima BLT Desa Besikama yang ditetapkan melalui forum rapat”, ujarnya.

” Penerima BLT tahun ini beda dengan tahun lalu. Tahun lalu warga terima BLT untuk Covid sedangkan tahun ini untuk Ekstrim sehingga Maria Bano tidak memenuhi kriteria sebagai penerima. Jadi penetapan ini bukan karena balas jasa politik desa “, tandasnya. ( boni)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *