Jelang Perayaan HUT ke 17 Tahun – Paroki Kleseleon Lestarikan Tarian Akabeluk

Malaka – Dalam Rangka Perayaan HUT berdirinya Paroki yang ke tujuh belas tahun, Pastor paroki, Rm Leo Nahas, Pr bersama Ketua Panitia Perayaan Bapak Yeremias Klau Nahak Cs menyelenggaraan pelesterian “Tarian Akabeluk” yang sangat khas Malaka dalam berbagai penampilan antar kedesaan yang menyebar di kedua wilayah Kecamatan (Malaka Barat dan Weliman) pada hari Selasa, tanggal 19 November 2019,di Aula Paroki.

Peserta pelestarian tarian Akabeluk terdiri dari 6 kedesaan (Laleten, Haitimuk, Kleseleon, Motaulun, Na’as, dan Maktihan). Para penaripun bervariasi personalianya yakni antara orang muda dan orangtua.

Kegiatan ini berlangsung seru diwarnai semangat persaudaraan yang tinggi antar Umat dan Masyarakat.

Penampilan mereka sangat memukau para penonton yang mayoritas generasi muda Paroki ini,melibatkan tiga orang pengamat ahli asal Kecamatan Malaka Tengah yakni: Bapak Antonius Bria Klau, Ibu Fianelda Nahak dan Ibu Ensi Buga.

Hasil pengamatan ketiga pengamat ahli dibidang pelestarian budaya Rai Malaka ini, peserta terbaik adalah Para penari pelestarian Akabeluk dari Kedesaan Laleten ,menyusul yang kedua terbaik adalah Kedesaan Na’as, terbaik ketiga Kedesaan Motaulun dan keempat adalah Kedesaan Kleseleon.

Adapun macam-macam aspek yang diamati ketiga juri pengamat ini adalah sspek kreatifitas irama, Kekompakan, Ekspresi dan Penampilan.

Ketiga pengamat ahli ini merekomendasikan Peserta Kedesaan Laleten yang tampil terbaik urutan Satu dalam Iven pelestarian budaya ini untuk tetap didampingi agar bisa tampil atas nama Paroki atau Kecamatan jika ada pelestarian budaya Akabeluk di tingkat Dekenat Malaka atau Kabupaten Malaka, bahkan ke tingkat Nasional.

Pastor paroki Rm Leo Nahas, Pr dalam Sambutan pembukaan Kegiatan pelestarian budaya Tarian Akabeluk ini menegaskan bahwa Budaya adalah akar dan kandungan ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan seorang pribadi manusia yang memiliki karakter yang khas dan unik.

Olehnya pelestarian budaya Tarian Akabeluk ini bukanlah bertujuan untuk dinilai akan tetapi tujuan utamanya adalah untuk diamati pelesteriannya agar tarian khas generasi muda Rai Malaka ini dalam rangka mencari dan menemukan pasangannya yang serasi sungguh tetap memiliki karakter dan irama hidup khas Malaka.

Viva Paroki Kleseleon dan Viva Panitia HUT berdirinya Paroki Kleseleon yang ketujuh belas yang peduli akan Budaya Rai Malaka. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *