Investasi Garam Industri Harus Bermanfaat Untuk Percepatan Kemakmuran Rakyat

Investasi Garam Industri di Wilayah Kabupaten Malaka harus memberikan manfaat untuk percepatan kemakmuran rakyat.

Dalam setiap kesempatan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran selalu menekankan akan pentingnya Investasi namun harus memperhatikan dan mempedomani regulasi serta bermanfaat untuk rakyat.

Dalam investasi garam industri, diharapkan investor membawa teknologi dan uang sementara pemerintah dan masyarakat siapkan tanah dan tenaga.

Kepala BP4D Kabupaten Malaka, Remigius Asa, SH mengatakan hal itu saat membuka kegiatan sosialisasi dan Studi tentang Potensi Tambak Garam di Kabupaten Malaka yang digelar BWS NT II Dirjen SDA Kementrian PUPR di desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat- Provinsi NTT, Rabu (24/6-2020)

Dikatakannya, Sejak Pemerintah mencanangkan untuk melakukan investasi dibidang Garam Industri telah dilakukan berbagai kegiatan sosialisasi terkait investasi garam.

“Sosialisasi tentang tambak garam. Kegiatan ini sudah dimulai tiga tahun lalu”

” Hari ini kita sangat senang karena BWS NT II Dirjen SDA datang ke Malaka untuk memberikan sosialisasi dan melakukan Studi tentang Potensi tambak garam di Kabupaten Malaka”

” Sosialisasi itu penting supaya rakyat memahami potensi yang dimiliki agar dioptimalkan pemanfaatannya bagi percepatan kemakmuran rakyat sehingga harus dilakukan terus menerus”

” Kita berharap melalui Studi tentang Potensi Tambak Garam di Malaka bisa dilakukan kajian dari aspek yuridis dan lingkungan serta sosial kemasyarakatan sehingga kehadiran tambak garam itu bermanfaat untuk rakyat” .

” Satu hal positif yang kita lihat disini bahwa dibawah kepemimpinan Bupati SBS bisa membuka ruang untuk investasi guna percepatan kemakmuran rakyat”

” Ini merupakan sebuah upaya sehingga harus didukung dengan tetap mempedomani regulasi dan ketentuan yang ada agar investasi itu bermanfaat bagi rakyat dan kemajuan daerah”

” Upaya yang dilakukan saat ini merupakan lompatan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sehingga harus dilakukan secara baik sesuai ketentuan yang ada”

Chris Ahab, Penelaah Seksi Pelaksanaan pada BWS NT II dalam kesempatan yang sama mengatakan sesuai tujuan kedatangan di Malaka untuk melakukan studi terkait Potensi Tambak Garam di Malaka bisa mendapatkan informasi penting terkait pengelolaan potensi di wilayah pesisir Malaka.

” Dalam studi ini akan dilakukan melalui berbagai tahapan dan proses termasuk mendapatkan informasi dari masyarakat terkait berbagai potensi di wilayah pesisir pantai Malaka”

” Kita juga akan mendapatkan masukan – masukan penting untuk memperkaya studi yang dijalankan”
” Dari hasil studi ini diharapkan bisa ditindaklanjuti untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi yang ada untuk percepatan kemakmuran rakyat”

PJ Kepala Desa Rabasa, Agus Nahak kepada wartawan mengatakan sangat senang dengan kegiatan sosialisasi dan Studi tentang Potensi tambak garam Malaka sehingga warga bisa mendapatkan gambaran dan pemahaman yang benar tentang potensi tambak garam dan pengelolaan potensi pesisir pantai.

” Untuk saat ini Desa Rabasa ada proyek percontohan tambak garam industri sebanyak 32 ha sehingga dengan sosoalisasi yang digelar bisa membuka wawasan rakyat tentang potensi tambak garam”

” Kita berharap melalui studi tentang Potensi Tambak Garam di Malaka bisa memberikan kontribusi bagi percepatan pengelolaan tambak garam untuk meningkatkan kemakmuran rakyat”

Usai acara Pembukaan kegiatan Kepala BP4D Kabupaten Malaka, Remigius Asa, SH dan Chris Ahab, Penelaah Seksi Pelaksanaan pada BWS NT II serta PJ Kepala Desa Rabasa, Agus Nahak bersama rombongan meninjau Proyek Percontohan Tambak Garam PT IDK di Desa Rabasa. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *