Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Inspektorat Kabupaten Malaka Harus Audit Pengelolaan Aset Traktor  di Dinas Pertanian

62
×

Inspektorat Kabupaten Malaka Harus Audit Pengelolaan Aset Traktor  di Dinas Pertanian

Sebarkan artikel ini

Malaka- Inspektorat Kabupaten Malaka harus segera mengaudit pemanfaatan aset traktor besar dan mesin pertanian milik pemerintah serta aset-aset lain yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten  Malaka.

Ada dua alasan  mendasar Dinas Pertanian mengaudit traktor, mesin dan aset yang dikelola Dinas Pertanian.

Pertama, Plt Kadis Pertanian, Vinsen Kapu  sudah dicopot  dari jabatannya dan diganti dengan plt Kadis yang baru sehingga perlu ada audit  supaya Plt Kadis yang baru bisa memulai kerja dengan data kepemilikan aset yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua,  Terkait keberadaan  aset berupa traktor besar, mesin pertanian dan aset lainnnya di Dinas Pertanian perlu ditelusuri  keberadaannya  karena berpotensi masalah, diduga kuat banyak traktor dan mesin yang rusak karena diserahkan kepada pihak ketiga untuk dikelola secara pribadi  diluar standart pengelolaan aset milik pemerintah.

Permintaan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Malaka kepada wartawan media ini, Jumat (1/7-2022).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten  Malaka ,  Petrus Nahak, ST kepada wartawan mengatakan pengelolaan aset pemerintah di Dinas Pertanian Malaka seperti traktor besar, exavator,   mesin pompa air, mesin combine dan truk berwarna putih milik pemerintah  berpotensi salah kelola dan bermasalah.

” Traktor besar milik pemerintah sejak Plt Kadis, Vinsen Kapu jadi Kadis jumlahnya 60 unit. Kurang lebih satu tahun lebih dibawah kepemimpinan Plt Vinsen hampir semua traktor rusak dan tidak terurus, mangkrak dan tidak ada upaya perbaikan sama sekali padahal pemerintah mengalokasikan anggaran pemeliharaan setiap tahun melalui APBD”

” Perlu ditelusuri pula keberadaan 4 unit traktor besar, 2 buah exavator dan 1 unit truk putih milik  Dinas Pertanian dikelola oknum pengusaha asal Wewiku sejak  Plt Kadis Vinsen Pimpin Dinas Pertanian, dikelola seolah  aset milik pribadi dan menurut informasi traktor dan eksavator ada yang rusak  ditangan pihak ketiga tanpa upaya perbaikan”

” Anehnya lagi, Plt Kadis Vinsen belum lama ini harus menyewa truk dari luar untuk pendropingan benih jagung dari kantor dinas ke petani padahal Dinas Pertanian sendiri memiliki 1 unit truk berwarna putih untuk operasional kantor. Sementara itu, truk warna putih itu terlihat berkeliaran digunakan pihak ketiga untuk mengurusi kepentingannya”

” Contoh lain lagi, mesin pompa air milik Dinas Pertanian disewakan Plt Kadis Vinsen ke Perusahaan yang kerja  di Benenai. Saat dikembalikan mesinnya rusak dan alat penyedotnya rusak/hilang. Setelah dikonfirmasi dengan perusahaan yang menggunakan alat itu ternyata bukan pinjam biasa tetapi disewakan kadis. Ini hanya contoh tentang pengelolaan aset yang amburadul tidak sesuai dengan standart pengelolaan aset dan hal itu berpotensi korupsi dan merugikan daerah”

Ketua Pansus DPRD Malaka, Henry Melki Simu dalam Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dan Rapat Pansus DPRD beberapa waktu lalu mengungkapkan pengelolaan aset mesin combine yang keliru karena diserahkan ke pihak ketiga untuk dikelola dengan cara  pihak ketiga menarik/pungut  uang  dari masyarakat. ” Ini sangat aneh karena aset pemerintah dibisniskan untuk  tarik uang dari rakyat. Kami sudah minta dinas Pertanian untuk mengamankan aset-aset milik dinas itu agar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat tanpa pungutan”, ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Komisi 2, Febiyanti Fanu sangat mendukung bila inspektorat dan APH telusuri secara mendalam terkait keberadaan  dan pemanfaatan aset-aset Pertanian yang dikelola Dinas Pertanian karena berpotensi masalah.

” Ini bukan audit biasa tetapi harus audit investigatif  agar bisa menelusuri secara mendalam  tentang traktor besar, mesin pompa air, mesin Combine, eksavator dan truk milik dinas pertanian yang saat ini berpotensi masalah”, ujarnya.

” Langkahnya, Inspektorat harus bisa bekerja sama dengan APH telusuri semua aset dan bila masih dikuasai pihak ketiga secara  tidak sah supaya diamankan dan dikembalikan ke dinas pertanian”

“Pemanfaatan aset daerah diluar ketentuan yang berpotensi merugikan keuangan daerah dan masyarakat itu korupsi  sehingga harus diusut”

Inspektur Inspektorat Kabupaten Malaka, Alex Seran kepada wartawan  mengatakan sangat setuju dengan audit di Dinas Pertanian pasca pergantian Plt Kadis.

” Audit itu penting untuk  mengetahui persis situasi riil di Dinas Pertanian sebagai dasar bagi Plt Kadis yang baru bekerja karena berkaitan dengan persoalan tanggung jawab sesuai jabatan yang melekat”, ujarnya.

Mantan Plt Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Vinsen Kapu  hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.  Saat dikonfirmasi melalui telepon selalu tidak aktif. Redaksi sangat berharap  Mantan  Plt Kadis Pertanian, Vinsen Kapu bisa mengklarifikasi pemberitaan ini supaya diinformasikan ke Publik  untuk diketahui.  ( boni)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *