Inovasi Tata Tanam Jagung Double Track RPM Menyebar Massif

Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang dicetus Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph dengan salah satu komoditas andalan pengembangan yaitu jagung yang  memperkenalkan inovasi Tata Tanam jagung double track telah berkembang luas di Malaka dan bahkan diadopsi petani di luar Kabupaten Malaka.

Penyebaran inovasi Tata Tanam Jagung Double Track tidak terlepas dari hasil yang telah diperoleh dari menggunakan teknologi ini.

“Tata tanam double track memiliki dua keunggulan dibanding tanam baris atau acak. Keunggulan pertama yaitu populasi tanaman dalam satu hektar naik dari 66.000 tanaman menjadi 70.000 tanaman, artinya produksi akan naik. Kedua, ruang diantara track dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman lainnya seperti ubi kayu, kacang tanah, bawang merah atau strip cropping dengan kacang hijau. Keunggulan ini membuat petani tertarik dan mengadopsi inovasi ini” jelas Dr. Herry Kotta, ketua Tim Pakar RPM.

Selanjutnya Herry, menjelaskan sekarang sudah ada minimal tujuh kabupaten yang menerapkan inovasi ini. Sehingga program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang diprogramkan Gubernur NTT pasti dapat dicapai.

“Dengan tata tanam double track jagung, produksi mencapai lima ton per hektar, satu ton dipakai untuk konsumsi keluarga, empat ton dijual. Hasil penjualan tersebut akan dibeli sapi, baik induk untuk breeding atau jantan untuk penggemukan” jelas Herry.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph ketika diminta tanggapan terkait inovasi ini menyatakan, “Wartakan. Petani lain di luar Malaka juga perlu diberi inovasi seperti ini, sehingga tujuan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat dapat segera terwujud”

Konfirmasi lapangan terhadap hal demikian dilakukan di Sumba Timur tepatnya di 10 desa, 3 kecamatan yang melibatkan 40 kelompok tani dengan 1000 anggota. Kelompok ini merupakan binaan LSM WVI yang mendapat bantuan tenaga ahli dari BPTP NTT. Kabupaten lain yang sudah menerapkan tata tanam double track jagung, yaitu Kupang, TTS, TTU, Belu, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *