Inilah Testimoni Rm. Balthasar Seran, Pr (Pastor Paroki Kotafoun) Soal Tambak Garam di Weseben-Weoe – Kabupaten Malaka

Malaka – Persoalan Investasi Garam Industri di wilayah desa Weoe-Desa Weseben – Kecamatan Wewiku -Kabupaten Malaka mendapat perhatian serius Pastor Paroki Kotafoun, Rm. Balthasar Seran, Pr.

Sebagai putra daerah yang lahir dan dibesarkan di wilayah Kecamatan Wewiku merasa terpanggil untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas agar tidak terprovokasi dengan berita dan isu-isu menyesatkan yang selama ini sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu yang cenderung merugikan dan mengadu domba masyarakat.

Berikut testimoni Pastor Paroki Kotafoun, Rm Balthasar Seran, Pr yang disampaikan secara terbuka saat berkunjung ke lokasi Tambak Garam PT IDK di Weseben, Selasa (28/5-2019) yang disajikan dengan gaya bertutur.

“Lima puluh satu tahun lalu saya hidup dan besar di daerah ini dan saya sekolah di SDK Hanemasin”.

“Lokasi tambak garam ini dulunya dimanfaatkan sebagai tempat penggembalaan sapi.
Memang dulu tempat ini berguna sebagai tempat penggembalaan ternak tetapi saat ini mau digunakan untuk Pabrik Garam berarti bermanfaat bagi orang banyak di Kabupaten Malaka”.

“Dalam pertemuan dengan Bupati Malaka belum lama ini Bapak Bupati sudah memberikan penjelasan secara gamblang tentang pentingnya investasi garam industri bagi rakyat yakni bisa membuka lapangan kerja baru dan bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar”

“Sesuai penjelasan Bapak Bupati dalam setiap hektar bila menyerap 6 orang tenaga kerja saja dengan
mengelola 5000 hektar maka sudah menyerap tenaga kerja 30 ribu orang. Jumlah tenaga kerja itu belum termasuk tenaga administrasi di kantor Pabrik, para sopir truk dan tenaga bongkar/muat garam”

“Bila bisa membuka lapangan kerja sebanyak itu maka akan mengakomodir juga saudara-saudara kita yang saat ini kerja di Malaysia, Irian, Kalimantan dan di daerah lainnya bisa kembali ke Malaka untuk bekerja bersama. Ini berarti kita semua senang karena keluarga bisa kumpul”

” Kita juga akan senang dan bangga karena dengan pembangunan pabrik garam ini bisa memberikan sumbangan Kabupaten Malaka kepada negara seperti yang diamanatkan bapak Gubernur NTT tentang garam di NTT termasuk di Malaka”.

“Kita tidak hanya menerima dari negara tetapi kita dari Malaka bisa memberikan sumbangan untuk Pemerintah Indonesia melalui hasil produksi Garam Industri yang selama ini masih diimport dari luar negeri. Sumbangan kita ini sangat penting dan akan menjadi kebanggaan daerah dan anak cucu orang Malaka”

“Kita harus senang karena melalui pabrik garam bisa membuka lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja yang besar bagi anak cucu Malaka. Tidak ada pengangguran karena ada lapangan kerja”.

” Selama ini kita dengar banyak yang komentar di luaran dan melalui media bahwa di tempat ini, saat pengerjaan tambak garam merusak banyak mangrov.
Pernyataan seperti ini tidak benar dan hanya menyesatkan banyak orang.
Saya orang pertama yang mengatakan bahwa hal itu tidak benar dan pembohongan publik karena di lokasi ini tidak ada tanaman mangrov”.

” Sepengetahuan saya, yang namanya mangrov itu tidak sembarang tumbuh di lahan kering dan tempat penggembalaan hewan seperti tempat ini tetapi biasanya tumbuh di muara atau daerah pantai yang berlumpur yang tentu tidak bisa dikerjakan alat berat”.

” Ditempat ini, pada saat itu saya tidak melihat ada tanaman mangrov tetapi yang saya lihat itu pohon gewang (akar laran ) , Pohon berduri (bakuro laran) dan pohon Kom (Kabuka Ktarak)”.

“Kita harus berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia mulai dari Pusat, Propinsi dan Kabupaten yang sudah melihat potensi yang kita miliki itu, perlu diolah dan ditata untuk kemakmuran rakyat di kabupaten Malaka”.

“Oleh karena itu sebagai warga yang baik kita harus mendukung dan tidak menghalangi niat baik pemerintah karena hal ini menyangkut kepentingan banyak orang dan masa depan anak cucu Malaka.
“. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *