Inilah Pertanyaan Wartawan dan Jawaban Bupati SBS Dalam Konfrensi Pers di Sekretariat PDI Perjuangan, Jumat (20/9-2019) Yang Dipolemikkan di Media On Line

Malaka – Pendaftaran Stefanus Bria Seran sebagai Bakal Calon Bupati Malaka di Sekretariat PDI Perjuangan, Jumat (20/9-2019) menyisakan sejumlah polemik yang diplintir oknum wartawan bahwa Bupati SBS melecehkan profesi wartawan dan mengancam kebebasan pers.

Berikut petikan Wawancara Wartawan dan Jawaban SBS dalam wawancara tersebut yang diturunkan apa adanya :
Wartawan : Dalam Periode pertama kepemimpinan Bupati SBS membangun fondasi yang kokoh dan dinamis .
Periode ke- 2 Bupati SBS memperkokoh fondasi yang sudah ada. Riilnya seperti apa?

Jawaban Bupati SBS :

” Dibidang Infrastruktur, misalnya ada jalan raya yang sudah dibangun untuk rakyat bila belum selesai maka diselesaikan dan ditambah supaya lebih banyak.
Dibidang kesehatan kalau dari 20 puskesmas baru dibangun 10 maka harus dibangun lagi.
Dokter ahli masih kurang maka kita genapkan.
Jadi kita memantapkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat”.

” Didunia ini tidak ada yang sempurna . Buat sesuatu itu tidak ada yang sempurna . Kalau ada kandidat lain yang mengatakan dia buat sesuatu sempurna itu bohong . Sesuatu itu tidak ada yang sempurna dan sesuatu itu berjalan secara bertahap. Yang sudah bagus masih saja belum sempurna sehingga perlu disempurnakan. Yang gagal mari kita perbaiki makanya kepemimpinan itu selalu berkesinambungan dan tidak pernah ada jalan buntu”.

“Ada yang hanya melihat dari sisi negatifnya saja . Saya minta supaya bandingkan dengan daerah pemekaran lainnya supaya fair. Jangan matanya hanya mata minus tetapi matanya juga harus mata positif.
Bung Karno meletakkan negara Indonesia sejak 17 Agustus 1945 sampai sekarang kita masih ada banyak persoalan dan ribut terus karena memang pembangunan itu berkesinambungan dan terus menerus”.

“Ada yang hanya melihat dari sisi negatif saja . Makanya saya minta kepada anak-anak Malaka yang kandidat lain yang omong lihat sesuatu dari sisi negatif supaya mencalonkan diri supaya saat terpilih dia buat sesuatu langsung sempurna dan tidak boleh ada yang cacat”.

“Orang ke Bulan saja, Appolo 11 baru berhasil sampai di Bulan. Pertanyaannya, Apollo 1 sampai dengan Appolo 10 ada kemana ? Appola 1-10 tidak sampai dibulan belum berhasil sampai di bulan tetapi menjadi proses pembelajaran sehingga Appolo 11 bisa tiba di bulan”.

“Apalagi kami Bupati perdana, dalam semua hal kekurangan dan keterbatasan tetapi kita punya niat. Jadi saya minta teman-teman wartawan lihat dari berbagai aspek secara menyeluruh, jangan hanya negatif. Ada saya tahu, mereka hanya menulis yang negatif-negatif saja tidak pernah menulis yang positif . Itu tidak fair dan itu sakit jiwa. Orang seperti itu orang sakit jiwa , hanya melihat yang negatif saja. Lihat jalan ini terbongkar sedikit saja ribut kenapa tidak lihat jalan lain? Jalan dari Halilulik sampai disini coba bandingkan dengan jalan yang kita bangun. Jalan dari Kupang ke Atambua itu jalan negara banyak juga yang longsor dan pecah karena memang ini proses pembangunan dan tidak ada yang sempurna. Tiap hari hanya bidik dan lihat hal yang negatif saja. Memangnya kau sempurna sekali?”

Penjelasan Bupati Malaka dipotong Seldy Berek dengan pertanyaan menyatakan dirinya tersinggung terkait media investigasi yang menulis terkait kritik negatif tetapi dikatakan melihat dari sisi negatif saja.

Terhadap pertanyaan itu Bupati Malaka mengatakan silahkan tulis karena itu hak anda.

” Silahkan tulis dan itu bagus supaya kita semua mengawal daerah ini. Ini kita punya daerah semua. Setiap orang memberikan sumbangan menurut perspektifnya.Mau tulis positif atau negatif itu hak anda”

“Saya ketika kerja sama dengan tiga koran Pos Kupang, Timex dan VN saya dengan almarhum Bapak Dan , setelah pelantikan karena panitia mau terima kami tanggal 22 Februari 2016 Saya gunakan waktu kunjungi tiga redaksi media cetak di Kupang”

” Saya katakan tolong bantu kami wartakan semua apa yang ada. Baik itu katakan yang baik atau yang tidak baik silahkan tulis.  Kami tidak akan lakukan protes. Saya dengan Bapak Dan tidak akan protes. Nanti kita ketemu di surga. Yang tulis dan yang kerja siapa yang masuk surga dan neraka” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *