Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

Hingga Berlumpur dan Berbahaya, Proyek Overlay Daeng Celak “Aman” dengan APBN

90
×

Hingga Berlumpur dan Berbahaya, Proyek Overlay Daeng Celak “Aman” dengan APBN

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Tanjungpinang – Proyek pengerjaan overlay di bilangan Daeng Celak menuju senggarang kembali menuai sorotan publik. Kali ini, selain dikeluhkan berlumpur, proyek tersebut juga dinilai berbahaya bagi keselamatan masyarakat sekitar. Rasanya seperti proyek ‘menggila’ yang serba kekurangan.

Diketahui, proses pengerjaan oleh PT. Amanah Anak Negeri berlangsung selama 300 hari dan memakan dana sebesar Rp13,398 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski menghabiskan anggaran yang cukup besar, kontraktor sepertinya gagal memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan tidak menyediakan petugas pengatur lalu lintas di sekitar area pengerjaan.

Teguh, salah seorang masyarakat yang sering lewat di jalan tersebut menyampaikan kekesalannya terhadap kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Dia menyoroti mengenai ketidakberpihakan terhadap keselamatan publik yang mendominasi pekerjaan tersebut.

Menurut Teguh, jalan yang sebelumnya lebar kini menjadi sempit karena ditingkatkan, padahal secara bersamaan kendaraan yang melewatinya juga semakin banyak.

“Kondisi ini jelas membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melewatinya,” kata Teguh, pada Rabu, 5 Juni 2024.

Awang, warga yang juga berdiam di sekitar lokasi, mengusulkan agar proyek dikerjakan dengan pengawasan yang ketat untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

“Kalau tidak ada yang menangani dengan serius, lebih baik jalan tersebut ditutup sementara agar proyek berjalan dengan optimal,” ujar Awang.

Sayangnya, tampaknya koordinasi antara pihak kontraktor dan dinas terkait masih dinilai kurang, sehingga proyek ini terkesan seperti, “kerjanya asal asalan”.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang Shavran juga mengungkapkan belum adanya permohonan dari pihak kontraktor untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi, hal ini jelas menunjukkan ketidakseriusan mereka (PT. Amanah Anak Negeri) melakukan proyek yang dinilai bisa berdampak besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Maka selama proses pengerjaan berlangsung, Shavran mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan jalan alternatif, Jalan Daeng Kamboja Km. 14 dan Jalan Daeng Celak belok kanan menuju Markas Komando Resor Militer (Makorem) 033/WP untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan yang mengancam.

Menanggapi hal ini, pihak Kontraktor yang sebelumnya dibentuk untuk mengerjakan proyek tersebut, masih bungkam dan enggan memberikan konfirmasi

Akhirnya, proyek berbiaya milyaran ini seharusnya menjadi prioritas utama bagi pihak terkait dengan memperhatikan aspek keselamatan publik yang tinggi.

Sederhananya, jangan asal-asalan dalam melakukan proyek, namun lihat sebagai peluang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Editor: Budi Adriansyah