Hindari Serangan Penyakit , Pola Peternakan Babi Harus Diubah

Serangan Penyakit Babi ( ASF) dalam tahun 2020 sangat luar biasa . Sebanyak 19 ribu ekor babi di Malaka mati akibat penyakit, sehingga populasi ternak babi milik masyarakat hampir saja punah diberbagai desa.

Salah satu faktor yang menyebabkan cepatnya penularan penyakit babi karena pola peternakan babi milik masyarakat masih tradisional dan tidak dikandangkan sehingga mempercepat penularan penyakit.

Supaya babi tidak cepat tertular penyakit maka masyarakat harus tingkatkan bio security yakni menghindari kontak babi yang sehat dan babi yang sakit dengan cara mengkandangkan ternak yang dipelihara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka, Rofinus Seran Bria mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun, Senin ( 8/3-2021).

Rofinus mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan ternak babi cepat mati dan tertular penyakit karena tidak dikandangkan sehingga mempercepat penularan saat berada diluar kandang.

” Fakta kita di Malaka, pola pemeliharaan dengan cara-cara tradisional dan tidak ada persiapan makanan dan kandang yang memadai”

” Kalau mau berhasil dalam usaha ternak babi maka sistim pemeliharaannya harus dengan cara babi dikandangkan sehingga memudahkan pengobatan saat sakit dan juga bisa mendapatkan suplay makanan secara teratur”

” Yang kita lihat dikampung-kampung babi justru hanya diberi makanan sisa dan selebihnya babi cari sendiri makanan diluar”

” Kita himbau kepada warga agar sebelum beternak babi perlu siapkan dulu makanan ternaknya seperti menanam singkong, pisang, jagung dan umbian lainnya serta sayuran memanfaatkan potensi luas lahan yang ada di kampung-kampung”

” Kita tetap memberikan penyadaran kepada warga untuk siapkan makanan ternak dengan pemanfaatan potensi lahan untuk tanam pakan ternak”

Menyinggung soal pengadaan anakan babi oleh pemerintah untuk dibagikan kepada masyarakat, Kadis Rofinus mengatakan restoking bukan kebijajan populer untuk babi sebelum vaksin dan obatnya ada.

” Kita harapkan usaha konkrit dari perusahaan obat bisa memproduksi vaksin dan obatnya sehingga saat pemerintah adakan babi sudah ada persediaan obat dan vaksin” ( boni)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *