Hadapi Cuaca Ekstrim – Warga Diminta Tetap Mewaspadai Hama/Penyakit Tanaman

Malaka – Dalam menghadapi
perubahan cuaca yang ekstrim sepert saat ini akan menimbulkan hama atau penyakit yang datangnya tidak terduga. Untuk itu kebun harus selalu dibersihkan gulmanya, karena gulma bisa menjadi inang bagi hama atau penyakit tertentu.

Harapannya agar masyarakat petani tetap rajin merawat tanaman dengan baik agar hasilnya juga baik. Semua ini demi kebaikan para petani, bukan untuk pemerintah.

Hal itu disampaikan Kadis TPHP Kabupaten Malaka di Betun, Minggu (16/2-2020)

Dikatakannya, perubahan musim tahun ini sangat ekstrim dan biasa ikutannya serangan penyakit dan hama yang menyerang tanaman, salah satu cara untuk mencegah hal itu yakni dengan cara menjaga kebersihan dan sanitasi disekitar lingkungan kebun.

Terkait keterlambatan penanaman karena kurangnya curah hujan Kadis Nahak mengatakan pada

Musim Tanam I (MT I) 2019/2020 agak mengalami pergeseran waktu tanam.
” Sesungguhnya MT I sudah dimulai pada minggu ke 4 bulan November dan berakhir pada akhir Desember 2019. Namun karena perubahan ekstrim cuaca, maka menyebabkan waktu tanam bergeser hingga Januari 2020″.

“Untuk tahun 2020 kita targetkan penanaman jagung seluas 22.000 ha namun hingga saat ini penanaman baru mencapai 20.712 ha, hal ini karena hujan sangat kurang. Meski demikian sisanya seluas 1.288 ha baru akan ditanam pada MT II dan MT III”

“Sedangkan padi, dari target 6.600 ha, hingga saat ini baru tertanam 1.122 ha, hal ini karena memang curah hujan sangat kurang. Kita berharap beberapa minggu ke depan hujan bisa berjalan normal sehingga semua rencana penanaman bisa berjalan lancar”.

“Untuk komoditi jagung, saya optimis hasilnya akan tetap baik, karena hujan saat ini mulai membaik, sedangkan padi kita harus berusaha keras agar hasilnya bisa tetap baik”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!