Gubernur : Tahun 2021 Malaka Harus Jadi Contoh Dalam Penerapan Revolusi Pendidikan di Provinsi NTT

Malaka – Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mengatakan pada tahun 2021 Kabupaten Malaka harus bisa menjadi contoh dalam mengimplementasikan Program Revolusi Pendidikan di Provinsi NTT.

Gubernur mengatakan Malaka harus melakukan langkah radikal dalam dunia pendidikan dengan cara melatih guru dan siswa untuk hanya belajar Berhitung dan Literasi (bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) serta ITE

Semuanya harus disiapkan agar Anak-anak bisa menguasai dunia dalam menghadapi kehidupan 4,0 bahkan 5,0.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT , Victor Bungtilu Laiskodat saat memberikan pengarahan disela acara kunjungan kerja Gubernur di Haitimuk-Malaka, Minggu (9/2-2020) malam tadi.

Dalam arahannya Gubernur meminta agar Kabupaten Malaka harus menjadi contoh dibidang pendidikan.

Dikatakannya, di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA hanya ada 3 Mata Pelajaran dan Pelajaran Agama di hapus.

” Tidak ada pelajaran agama di sekolah-sekolah tetapi pelajaran agama diserahkan kepada agama masing-masing. Kalau dia tidak urus dia punya umat biar mereka masuk kemana-mana”.

“Ini harus kita mulai dan hal ini akan saya diskusikan dengan Presiden”.

” Di SD kita hanya 3 belajar tiga mata pelajaran yakni berhitung, literasi (menulis dan membaca) berupa bahasa indonsia dan bahasa inggris Serta Pelajaran Keindonesiaan”.

” Hal ini dimaksudkan supaya saat siswa tamat bisa fasih dan paham apa yang diajarkan. Kenyataannya, semua pelajaram diajarkan tetapi siswa tidak paham dan kuasai satu pelajaranpun”.

” Di rumah saya di Wali Kota -Kupang dijadikan tempat belajar siswa tetapi saya temui ada anak SD kelas V yang tidak bisa membaca. Ini terjadi di kota provinsi apalagi di desa”.

“Cara berpikirnya benar dan logikanya kuat maka agama anak akan berkembang”

“Tahun 2021 tidak ada UN sehingga ini kesempatan dan momentum bagi NTT untuk merubah semua”.

“Setiap anak SD tiap hari datang belajar berhitung supaya logikanya berjalan”.

” Siswa itu bisa pintar logika karena belajar matematika. Diluar dia bisa berkomunikasi sosial karena dia mengerti bahasa (literasi) ”

“Gurunya semuanya fokus mengajar itu saja. Kalau kelebihan guru kita buat pendamping 5 murid 1 guru per kelas”.

“Coba kita belajar dari Mac Donald ternyata hebat sekali. Masakan ayam di Amerika dan Kupang harusnya sama karena bahannnya sama tetapi kenyataannya berbeda”.

“Itu karena kita sementara bermain-main untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu SDM kita mau bermimpi maju tetapi pendidikan kita tidak fokus”

” Kalau kita hanya fokus pada pelajaran berhitung dan literasi maka anak-anak akan cerdas”.

“Selain itu anak -.anak disiapkan ITE agar mereka bisa mandiri mengakses ilmu dan bisa berdiskusi tentang perkembangan dunia”.

“Ini merupakan bentuk terobosan menghadapi tantangan 4,0″

” Di negara maju belajar sedikit tau banyak. Kalau kita disini belajar banyak tahu sedikit. Ini sama dengan wartawan . Wartawan itu belajar banyak tetapi tahunya sedikit dan tidak mendalam”.

“Mulai tahun 2021 khususnya SMA/SMK honor standartnya UMR Provinsi NTT”.

“Sebetulnya pemerintah punya uang untuk membayar guru tetapi cara transfer knewledgenya masih lemah sehingga harus ditata dan diurus”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *