Gubernur Sebut Bupati SBS Memenuhi Syarat Sebagai Seorang Pemimpin

Malaka – “Bupati yang ada disamping kita ini memiliki kemampuan sebagai seorang manusia yang memenuhi syarat sebagai seorang pemimpin.
Saya melihat bahwa Malaka dibawah kepemimpinan beliau kalau diback up Provinsi dan Jakarta maka Malaka akan menggapai masa depannya dengan baik”.

“Dari seluruh catatan saya ada hal-hal baik yang sudah dilakukan Bupati Malaka melalui berbagai program pembangunan yang pro rakyat dan hal itu patut diapresiasi”.
“Namun ada hal buruk yang harus mendapatkan perhatian bersama yakni pertumbuhan stuntingnya naik”.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat dalam kunker di Malaka, Minggu (9/2-2020) malam tadi.

” Kalau di Malaka, setelah jadi Gubernur hingga hari ini kita bersyukur mempunyai Bupati seperti Bupati Malaka”.

“Saya ini jarang puji orang. Saya ini tidak pernah peduli untuk orang mau suka atau tidak suka saya omong didepan. Kalau memang bupatinya tidak mampu maka saya katakan bupati itu pas – pasan”.

“Bupati yang ada disamping kita ini memiliki kemampuan sebagai seorang manusia yang memenuhi syarat sebagai seorang pemimpin.
Saya melihat bahwa Malaka dibawah kepemimpinan beliau kalau diback up Provinsi dan Jakarta maka Malaka akan menggapai masa depannya dengan baik”.

” Malaka salah satu Kabupaten di NTT yang semuanya baik tetapi hanya satu yang buruk yakni pertumbuhan stuntingnya naik”.

“Saya bingung karena semuanya bagus tetapi hanya satu yang buruk yakni persoalan stunting naik.
Rupanya disumbangkan paling banyak dari kelahiran yang belum diakui pasangan. Kedua, karena faktor adat istiadat. Sudah ada hubungan tetapi adat belum setuju sehingga yang bersangkutan tidak mendapatkan Kartu Keluarga sehingga keluarga itu tidak mendapatkan bantuan 12 item yang disiapkan pemerintah”.

Kedua, alasan lain, ada yang hamil tetapi tidak merasa dirinya hamil. Biasanya kalau pasangan tidak sah maka dirinya lebih senang ke tim doa atau dukun beranak.
Hasil penelitian kami Tim doa akan lebih tahu dari kepala desa, camat dan Bupati. Jadi kita tidak tahu orang hamil dimana. Seandainya pemerintah tahu didalam pemerintahan kita maka kita langsung bisa intervensi dengan makanan tambahan yang penuh protein sehingga generasi yang lahir itu tidak stunting”.

” Pr dari kabupaten ini ada disana.
Jadi kedepan diharapkan Pustu bisa dijadikan pusat pembagian semua bantuan. Jangan di Kantor Desa tetapi di Pustu supaya istri diperiksa. Kantor desa hanya back up dalam adminsistrasi tetapi pembagiannya harus di Pustu untuk dilakukan pengecekan ke pasutri”.

“Kalau memang budaya belum bisa menerima maka gereja harus nikahkan pasutri untuk menyelamatkan generasi”.

Inilah Pesan Gubernur Soal Kemiskinan

“Camat dan kades termasuk gereja harus peduli terhadap persoalan kemiskinan”.

“Ingatkan mereka supaya kumpul harus gunakan kondom atau alat kontrasepsi untuk mengurangi kelahiran yang berdampak pada kemiskinan”.

“Kita harus kerja keras untuk memberikan pemahaman kepada kelompok orang miskin”.

“Tetapi kita di NTT kelompok miskin 5,8 atau 6 orang miskin dalam satu keluarga miskin atau 6 orang dalam satu keluarga miskin”.

“Kalau dalam 1 keluarga miskin kita kurangi satu orang saja dan bantuannya tetap maka kita berada dalam posisi 18 persen”.

“Jadi orang miskin dilarang keluarkan anak tambah satu maka angka kemiskinan dapat ditekan. Belum lagi intervensi kita yang hebat. Jadi boleh tambah anak bila sudah mampu kasih makan anak.
Kalau belum bisa kasih makan anak silahkan ikut KB atau tidur malam saling balik belakang”.

“Saya minta kepada gereja agar ikut berperan. Sinergitas antara pemerintah dan gereja harus dibangun dan dibicarakan secara terbuka”.

Data-data seperti ini saya peroleh setelah saya minta agar BPS buka . Saya bilang sama BPS kalau survey di daerah lalu keluarkan stigma buruk padahal kami tidak tahu. Jadi kalau ditutup bagaimana pemerintah bisa tahu untuk intervensi supaya kemiskinan bisa ditekan”.

“Jadi kita hitung angka kelahiran di keluarga miskin paling banyak. Saya menyadari betul karena alat hiburan hanya satu-satunya barang itu sehingga kita harus ciptakan kegiatan yang besar supaya menambah kesibukan agar tidak terus berpikir untuk produksi anak” (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *