Gubernur NTT Gelar Lawatan Perdana di Kabupaten Malaka

Malaka – Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat menggelar lawatan pada 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT dengan lawatan perdananya dilakukan di Kabupaten Malaka, Minggu ( 9/2-2020)

“Terima kasih kepada Pemerintah dan rakyat Kabupaten Malaka yang telah menerima kami dengan begitu hangat ditempat ini”.

“Tentunya sebagai gubernur adalah kewajiban kami untuk melihat secara langsung kehidupan kemasyarakatan dan pembangunan di setiap Kabupaten di NTT”.

“Karena itu setiap tahun ada agenda untuk berkunjung. Tahun lalu saya berkunjung di Malaka tanggal 26 Desember dan tahun 2020 saya lakukan pada tanggal 9 Februari”.

“Pekerjaan untuk membawa NTT Bangkit Menuju Sejahtera tentu terus menerus harus dipantau, dievaluasi, dikontrol bahkan terus memberikan motivasi kepada kita semua agar mimpi besar kita bisa terwujud”.

” Saya membaca sebuah buku dan saya tertarik betul karena konsep berpikir tokoh ini hebat karena dia seorang yang dalam masa hidupnya tidak pernah mendapatkan kehormatan. Setiap bekerja pasti dipecat. Dia tokoh yang hebat dan cara berpikirnya sangat maju tetapi  tidak cocok dengan situasi dan kondisi saat itu. Dia tidak cocok mengajar dimanapun walau dia seorang Sosiolog dan Antropolog tetapi dia selalu tidak mendapatkan tempat dimasa hidupnya”.

” Karena sering dipecat akhirnya dia menulis sebuah buku yang sangat terkenal dan salah satu buku yang ditulis tahun 1973 dan tahun 1974 dia meninggal dunia”.

“Orang ini bernama Ernes Becel seorang yang sangat berpikiran maju pada jamannya sehingga tidak mendapatkan tempat pada waktu itu”.

” Buku dengan judul The Mayong Of Death (Menolak Kematian) dalam tulisannya dijelaskan bahwa manusia itu memiliki dua identitas yakni manusia raga /fisik yang kerjaannya makan , minum olahraga dan lainnya.
Manusia kedua adalah manusia konsepsional yang menawarkan cara berpikir baru. Dikatakan bahwa manusia yang menolak kematian bukan manusia fisik karena dengan cara apapun dia akan mati.
Tetapi dalam manusia konsepsional akan hidup selamanya karena menempatkan karya intelektualnya akan dikenang sepanjang masa walau sudah mati”.

” Jadi kalau jadi gubernur, Bupati dan Kepala Dinas atau jabatan apa saja sangat menarik kalau kita menjadi manusia konsepsional”.

“Konsep berpikir dan mendesign konsep berpikir kita untuk ditempatkan pada saat kita masih berjasat itu akan menjadi catatan untuk kita menolak kematian. Kami tidak mati tetapi kami tetap hidup sepanjang masa”.

“Untuk itu dalam perjalanan saya hari ini menjadi bagian untuk saya ingin mengukir sebagai pribadi konsepsional manusia supaya satu saat walau saya tidak ada tetapi saya tetap hidup di Malaka karena tetap dikenang”.

“Dengan dasar berpikir ini tidak mungkin saya berkantor di Kantor Gubernur tetapi sering turun ke berbagai Kabupaten di NTT termasuk di Kabupaten Malaka”.

“Tadi saya bersama Bapak Bupati berkunjung ke Hasan Maubesi yang menurut saya sebuah karya Tuhan yang sangat luar biasa dan menurut saya tidak lama lagi tempat itu akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sangat luar biasa di Kabupaten Malaka”.

“Kita bersyukur karena Gubernur harus sering ke daerah. Karena Bapak presiden sendiri sudah mengunjungi NTT 14 kali merupakan rekor terbanyak seorang Presiden mengunjungi sebuah Provinsi dalam sejarah”

“Untuk itu gubernur harus sering turun ke daerah apalagi seorang Kepala Dinas tentu harus lebih dari itu. Kalau gubernurnya setahun dua kali ke satu Kabupaten maka seorang kadis harus minimal 10 kali ke daerah”. (boni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *