Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Headline

Geram Dengan Pelayanan PLN di Malaka- Warga Siap Gugat PLN Dalam Tataran Class Action

162
×

Geram Dengan Pelayanan PLN di Malaka- Warga Siap Gugat PLN Dalam Tataran Class Action

Sebarkan artikel ini

 

Malaka – NTT, Warga Kabupaten Malaka di Provinsi NTT  belakangan ini sangat geram dengan pelayanan PLN Ranting Betun di Kabupaten Malaka dimana sering terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba sehingga sangat berdampak bagi kelancaran aktifitas masyarakat yang menggunakan jasa PLN.

Selain merugikan kelancaran usaha masyarakat, juga padamnya listrik secara tiba-tiba tanpa kabar berita itu berdampak pada kerusakan barang-barang elektronik milik warga.

Dalam konteks diatas, masyarakat bisa menempuh langkah hukum seperti gugatan ganti rugi dalam tataran class action.

Pemuka Masyarakat Malaka, Dr. Yohanes Bernando Seran, SH, M.Hum mengatakan hal itu kepada wartawan di kediamannya Maktihan – Malbar – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT, Jumat (24/3-2023) malam ini.

Dr. Nando Seran yang jebolan Fakultas Pasca Sarjana UGM itu kepada wartawan mengatakan selain melakukan gugatan hukum, persoalan diatas bisa dilaporkan kepada Dirut PLN Pusat untuk melakukan audit investigatif kepada menajemen PLN Betun agar dapat diketahui sebab mendasar terjadinya pemadaman listrik secara amburadul di Malaka selama ini.

” Kita merasakan ketidak adilan dalam pelayanan PLN selama ini dimana jika pelanggan pulsa listrik habis maka listrik padam tetapi jika PLN mengalami stagnasi yang menyebabkan listrik padam para pelanggan tidak bisa berbuat apa apa. PLN pun tidak diberi sanksi apapun”, ujarnya beralasan.

” Memang inilah akibat dari monopoli PLN dalam bidang perlistrikan. Dalam hal ini dibutuhkan pengoperasian listrik swasta untuk konsumen supaya ada pilihan”, bebernya.

Dikatakannya, PLN Malaka harus membeberkan sebab musabab terjadinya pemadaman tidak beraturan di Malaka sebagai wujud pertanggungjawaban PLN kepada konsumen.

” Hak-hak pelanggan PLN itu diatur jelas dalam UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, yang salah satu hak konsumen adalah berhak mendapatkan ganti rugi jika ada pemadaman listrik tanpa pemberitahuan yang mengakibatkan peralatan elektronik warga mengalami kerusakan”, tandasnya ( boni )

Sumber : Libas Malaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *