Frater Melkhi, Sang Motivator Kaum Muda

Keuletan dalam menabur talenta. Kesetiaan dalam memberi perhatian. Sabar dan tekun untuk meraih sebuah mimpi. Itulah deretan ungkapan berharga yang telah membekas dalam hati Frater Melkhianus Ronaldo Amsikan. Sang motivator orang muda yang kreatif ini.

Kehadirannya walau dikata baru seumur jagung di Paroki Santo Mikhael Biudukfoho sejak 3 bulan lalu, namun giatnya dalam menebarkan kebaikan tak bisa dipandang sebelah mata.

Ada ekspresi khas yang melekat erat denganya. Suka bergaul dan mudah akrab dengan semua golongan. Apalagi mendampingi anak-anak dan kaum muda. Rasanya magnet simpati bersulam empati begitu kental melekat erat dengan sosok rupawan ini.

Salah satu upaya pemberdayaan kaum muda telah ia buktikan dalam berpastoral. Membuka sanggar seni. Anak-anak dan kaum muda dibekali untuk mengenal siapa dirinya. Katanya, satu kekuatan terbesar dalam diri kaum  muda harus terekspresi lewat sarana yang kita siapkan.

Berpacu dalam waktu. Bertekun menggapai harapan. Kerinduan terbesar agar orang muda bisa tampil dengan segudang prestasi. Semuanya telah ia dilakukan. Bukan semata berteori. Ia tunjukkan dalam aksi

“Mendampingi orang muda ada suka dukanya. Asal kita siapkan media dalam mencari jati diri. Latihan musik. Mengenal dunia literasi. Membangun kehidupan ekonomi. Semua kita lakukan,” katanya sederhana.

Satu bentuk kepedulian luar biasa ia wujudkan untuk anak-anak. Gemar menabung dan menghidupi semangat belajar demi meraih masa depab. Tuturnya kalau setelah misa atau ibadat ia selalu mengecek celengan. Inilah metode pendekatan hati yang bernilai ilahi.

“Mengecek anak-anak untuk menabung. Mereka senang. Ini salah satu langkah pendekatan kemanusiaan dengan sentuhan hati karena peduli,” pungkas Frater Mesi sapaan harian di mata kaum muda ini.

Frater  yang sedang menjalani masa praktek pastoral di Paroki Biudukfoho ini memang mudah menyatu dengan umat. Kebahagiaan yang terpaut di wajahnya memperlihatkan semangat yang tinggi dalam berkarya di tengah umat.

“Berpastoal di sini sungguh luar biasa. Saya sangat menikmati. Medan pastoral memang menantang namun hati tetap tertata demi menyusuri jalan Tuhan yang luhur ini,” tuturnya polos. (Romo Ino/Komsos Atambua).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *