Fokus Kembangkan Usaha Pertanian Dibidang Hortikultura  Penuhi Kebutuhan Pasar Lokal

Paradigma bertani dengan melakukan penanaman secara convensional saat ini mulai bergeser.

Masyarakat yang dulunya menanam jagung, ubi kayu dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya saat ini sudah mulai bergeser. Mereka tidak hanya menanam untuk konsumsi tetapi juga untuk melayani kebutuhan pasar lokal dan permintaan masyarakat.

Melalui usaha pertanian masyarakat mulai merencanakan untuk bisa mendapatkan penghasilan harian, mingguan dan bulanan.

Bahkan ada warga yang kesehariannya bergelut dibidang usaha hortikultura dengan melakukan penanaman aneka sayuran sambil budidaya ternak ayam dan babi.

Dari usaha yang dibangun setiap hari mereka bisa panen hasil dan menjual hasil panenannya untuk mencukupi kebutuhan keluarga termasuk menyekolahkan anak.

Avip, Warga Besikama saat ditemui di kebun Lafaek Maten, Kamis (31/12-2020) mengaku memulai usaha dibidang hortikultura beberapa tahun terakhir sudah mulai beralih pola tanam dengan mengembangkan tanaman/komodoti yang berorientasi pasar”

” Dulu, saya sering tanam jagung dan ubi kayu saat musim penghujan tetapi saat ini sudah mengalihkan pola tanam yakni menanam aneka sayuran sesuai kalender tanam yang dirancang sendiri”

” Kebetulan areal kebun di wilayah Lafaek Maten – Desa Raimataus – Malaka Barat tidak mengalami kesulitan air karena dipasok dari sumur yang digali di kebun untuk melayani kebutuhan irigasi”

” Ada beberapa komoditi hortikultura yang ditanam yakni kangkung darat, paria daging, ketimun, tomat, terong dan lombok yang ditanam secara berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan pelanggan”

” Dalam melakukan penanaman untuk komoditi tertentu seperti lombok perlu memperhatikan kalender musim sehingga saat panen harga jualnya meningkat karena di pasaran masih langkah”

” Terkait pemasaran hasil kami tidak mengalami kesulitan karena hasil produksi kami dipasok kepada pelanggan tetap kami di pasar harian Besikama dan Pasar Betun”

” Langganan tetap kami sering beli secara borongan per bedeng di kebun seperti untuk tanaman kangkung”

” Untuk memanfaatkan limbah pertanian kami juga beternak babi pedaging sehingga limbah dari hasil panenan bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak. Selanjutnya limbah dari kotoran ternak dimanfaatkan untuk pupuk tanaman di kebun supaya tetap ramah lingkungan dan bebas dari pupuk kimiawi” ( boni)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *