Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineOlahraga

Final Faperta Cup 2022 Diwarnai Aksi Main Kasar dan Kepemimpinan Wasit Yang Buruk

458
×

Final Faperta Cup 2022 Diwarnai Aksi Main Kasar dan Kepemimpinan Wasit Yang Buruk

Sebarkan artikel ini

Kupang – Pertandingan final memperebutkan Faperta Cup 2022 yang mempertemukan kesebelasan SMA Fajar Timur Haitimuk VS Fakultas Filsafat Unwira Kupang di lapangan sepak bola Bela Negara Undana Kupang, Sabtu ( 22/10-2022)   pukul 14.30 Wita diwarnai aksi main kasar tim Unwira ditambah kepemimpinan wasit yang buruk.

Pertandingan final yang seharusnya mempertontonkan permainan berkualitas untuk menghibur warga Kota Kupang  tetapi justru berubah jadi ajang mempertontonkan  permainan kasar yang berpotensi mencederai pemain lawan.

Salah satu faktor yang menyebabkan pertandingan final memperebutkan Faperta Cup 2022  tidak menarik karena kepemimpinan wasit yang buruk dan tidak tegas dalam memimpin  pertandingan.

Pertandingan final yang disaksikan langsung Wakil Ketua Asprov NTT, Bapak Iwan dan Sekjen Asprov NTT, Bapak Piter dimenangkan Fakultas Filsafat Unwira Kupang dengan Skor tipis 2-1 untuk kemenangan Fakultas Filsafat Unwira.

Joseph, salah seorang Mahasiswa Undana kepada wartawan mengatakan sangat menyayangkan kepemimpinan wasit yang tidak tegas dan dibawah standard dalam memimpin pertandingan final sehingga pertandingan yang seharusnya enak ditonton berubah jadi sarana mempertontonkan permainan kasar yang dilakukan tim Unwira.

Johanes, salah satu mahasiswa Unwira Kupang mengatakan hal senada.

” Bagi kita kalah menang dalam pertandingan itu hal biasa tetapi pertandingan final sore ini sangat tidak berkualitas karena kepemimpinan wasit yang buruk”

” Kalau wasit mau fair, tadi permainan anak-anak Fajar Timur Haitimuk itu bagus sekali . Banyak pelanggaran yang menjurus kasar yang dilakukan Para pemain Fakultas Filsafat Unwira tetapi dibiarkan wasit dan tidak dianggap pelanggaran dan hal itu sangat merugikan tim Fajar Timur”, ujarnya.

” Gol pinalti yang dicetak Tim Fakultas Filsafat Unwira itu seharusnya tidak terjadi karena kejadian itu terjadi saat salah satu pemain Fajar Timur merebut dan menguasai bola. Seharusnya wasit tidak memberikan hukuman pinalti karena situasi saat ini pemain Fajar merebut danmenguasai bola. Tadi kalau wasit tegas dan fair pimpin pertandingan tentu enak ditonton dan hasilnya pasti beda”, bebernya.

Ketua Askab PSSI Malaka, Adrianus Bria Seran saat dikonfirmasi media ini mengatakan sangat puas dengan penampilan anak-anak Fajar Timur dalam pertandingan final sore ini.

” Anak-anak sudah menampilkan permainan terbaiknya. Soal menang kalah dalam pertandingan itu hal biasa. Yang pasti anak-anak sudah bermain bagus sehingga bisa lolos hingga final”, ujarnya.

Ketika ditanya tentang kepemimpinan wasit dalam pertandingan final sore ini , Adrianus tidak memberikan komentar.

” Dalam pertandingan tadi disaksikan juga Wakil Ketua Asprov NTT, Bapak Iwan dan Sekjen Asprov NTT, Bapak Piter sehingga mengetahui persis situasi yang terjadi di lapangan saat pertandingan final itu. Silahkan Asprov memberikan penilaian dengan harapan bisa ada perbaikan dan peningkatan mutu wasit dalam memimpin pertandingan sepak bola di Provinsi NTT”, tutupnya. ( boni)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *