Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HeadlineLintas Provinsi

FESyar 2024: Kepri, Pionir Ekonomi dan Keuangan Syariah Menuju Pusat Produksi Halal Dunia

56
×

FESyar 2024: Kepri, Pionir Ekonomi dan Keuangan Syariah Menuju Pusat Produksi Halal Dunia

Sebarkan artikel ini

Radarmalaka.com, Batam – Opening Ceremony Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2024 yang berlangsung di Kota Batam, resmi di buka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono, pada hari Senin, 27 Mei 2024.

Kegiatan ini merupakan acara tahunan Bank Indonesia sebagai salah satu upaya mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera dan mendukung Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, turut hadir dalam acara pembukaan ini.

Dalam sambutannya, Ansar menyampaikan bahwa Kepri, dengan segudang sumber daya alamnya, telah berperan besar dalam pelaksanaan ekonomi dan keuangan berbasis syariah baik dalam skala regional maupun nasional sebagai ‘Permata Biru Ekonomi Gerbang Utara Indonesia’.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, yang juga sebagai Ketua Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka acara Kepri Ramadhan Fair (Kurma) 2024 di Kota Tanjungpinang, pada bulan Maret tahun ini.

“Dalam perwujudan Indonesia sebagai pusat halal dunia, Kepri menjadi salah satu pionir kemajuan ekonomi dan keuangan syariah”, ujar Ansar.

Ansar menambahkan bahwa dengan mengedepankan semangat kebersamaan bersama seluruh stakeholder yang terlibat, termasuk menggandeng Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) yang diketuai oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Provinsi Kepri juga terus menghadirkan berbagai langkah strategis.

Langkah tersebut mencakup pemberian bantuan penguatan modal usaha bagi para Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan margin bunga 0 persen, penguatan ekosistem keuangan syariah melalui pendirian ‘Halal Centre’ yang ada di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurahman Tanjungpinang, dan juga Politeknik Negeri Batam.

“Kami telah mengeluarkan sertifikat halal bagi lebih dari 10.845 usaha, pendampingan pelatihan, kurasi produk hingga perluasan pangsa pasar produk halal,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri juga telah melaksanakan langkah inkubasi usaha syariah melalui program kemandirian pesantren atau yang dinamakan sebagai Habitren yang berdiri sejak tahun 2021 lalu sebagai wadah kolaborasi ekonomi antar pondok pesantren yang ada di Kepri.

Salah satu program strategis lainnya yaitu transformasi koperasi konvensional ke koperasi moderen berbasis syariah.

Kepri juga menjadi salah satu daerah produsen produk halal sekaligus bisa memenuhi pasar produk halal global. Ekspor Kepri sudah mencapai Rp120 miliar yang dilakukan melalui Kawasan Bintan Industrial Estate sebagai Kawasan Bintan Inti Halal Hub.

“Provinsi Kepri terus mendorong makin banyak lokasi industri halal yang ada di Kepri. Termasuk kita telah memanfaatkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Riau-Kepri Syariah, sebagai rekening pembayaran payroll ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri,” ujar Ansar.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono, menyatakan bahwa pelaksanaan FESyar kali ini diharapkan memberikan keberkahan dan manfaat khususnya bagi Kepri dan Sumatera umumnya. Pelaksanaan FESyar memiliki dampak luar biasa dalam meningkatkan transaksi ekonomi dan keuangan syariah.

Hanya saja, menurut Doni P Joewono, tantangan dalam pelaksanaan ekonomi dan keuangan syariah masih ada, dimana sejauh ini masih impor sejumlah produk halal dari luar negeri seperti dari negara-negara Eropa, India dan bahkan Korea. Hal ini perlu segera dicarikan solusinya, karena Indonesia bertekad tahun ini menjadi pusat produksi halal dunia.

Acara pembukaan FESyar 2024 dihadiri oleh Ibu Deputi Gubernur Bank Indonesia, Diah Doni P Joewono, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia se-Sumatera, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pimpinan Perbankan se-Kepri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri, serta tamu undangan lainnya.

Di sela-sela acara, juga dilakukan penyerahan bantuan berupa Program Sosial Bank Indonesia untuk Bank Indonesia Corner, Program Sosial Bank Indonesia untuk Sarana Pendidikan, Program Implementasi Kebijakan dan Keuangan Daerah berupa Sarana Produksi Cabai Merah Keriting, serta Gerakan Sadar Wakaf Melalui Satu Aplikasi Wakaf Festival Ekonomi Syariah Sumatera.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Fik